Menurut Sumarno, tertukarnya jenazah tersebut bisa sampai terjadi karena pihak keluarga tidak mendampingi saat jenazah diambil di Bekasi.
"Yang menjemput jenazah ke Bekasi tidak didampingi oleh keluarga sehingga salah mengambil jenazah. Yang diambil jenazah warga Tegal," ujar Sumarno.
Sumarno menegaskan, kejadian tersebut sudah diselesaikan. Jenazah yang awalnya tertukar sudah dimakamkan oleh masing-masing keluarga dengan protokol kesehatan.
"Informasinya dua-duanya positif Covid-19, jadi pemakamannya pakai protokol kesehatan," tuturnya.
Baca Juga:Geger Keluarga Rebut Jenazah Pasien Covid-19 di Tanjungpinang, Nakes Kewalahan
Kontributor : F Firdaus