alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Semarang Capai 6,2 Persen

Budi Arista Romadhoni Rabu, 21 Juli 2021 | 17:56 WIB

Duh! Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Semarang Capai 6,2 Persen
Ilustrasi Angka kematian akibat Covid-19 di Kota Semarang masih tinggi, pasien yang dirawat hingga saat ini mencapai 2.043 orang (Elements Envato)

Angka kematian akibat Covid-19 di Kota Semarang masih tinggi, pasien yang dirawat hingga saat ini mencapai 2.043 orang

SuaraJawaTengah.id - Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Semarang sangat mengkhawatirkan. Angka kematian di Ibukota Provinsi Jawa Tengah ini juga tinggi. 

Hal itu diakui oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Ia mengungkapkan angka kematian akibat COVID-19 di Kota Semarang ini masih relatif tinggi di masa perpanjangan PPKM Darurat.

"Angka kematian akibat COVID-19 masih sekitar 6,2 persen, masih di atas rata-rata nasional yang ditetapkan maksimal 5 persen," kata Wali Kota di Semarang dilansir dari ANTARA, Rabu (21/7/2021).

Meski demikian, rata-rata harian angka kematian akibat COVID-19 mengalami penurunan sejak pemberlakuan PPKM pada 3 hingga 20 Juli 2021.

Baca Juga: Sri Mulyani: Buruh yang Kena PHK dan Pengurangan Jam Kerja Akan Dapat Subsidi Upah

Pada 3 Juli, rata-rata angka kematian mencapai 340 orang per hari.

Jumlah tersebut, menurut dia, saat ini sudah turun menjadi 271 orang per hari.

Ia menyebut banyak faktor yang mempengaruhi tingginya angka kematian tersebut. Seperti tingginya tingkat hunian di rumah sakit pada dua hingga tiga pekan terakhir sehingga banyak yang memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri.

Selain itu terdapat pula keterbatasan saat proses perjalanan ke tempat-tempat karantina.

Ia juga menyebut pemahaman masyarakat yang tentang kesehatan juga menjadi salah satu penyebab.

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Buka Data Riil Penanganan Kasus Covid-19 Selama PPKM Darurat

"Pemahaman tentang kesehatan kurang. Kapan saatnya harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan kurang disadari," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait