alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wih! Vaksin Pfizer Dicampur dengan AstraZeneca Membuat Antibodi Lebih Kuat

Budi Arista Romadhoni Rabu, 28 Juli 2021 | 15:30 WIB

Wih! Vaksin Pfizer Dicampur dengan AstraZeneca Membuat Antibodi Lebih Kuat
Ilustrasi vaksin Covid-19. Campuran vaksin vaksin Pfizer yang diikutin vaksin AstraZeneca bisa menghasilkan tingkat antibodi penetral 6 kali lebih tinggi. (Shutterstock)

Campuran vaksin vaksin Pfizer yang diikutin vaksin AstraZeneca bisa menghasilkan tingkat antibodi penetral 6 kali lebih tinggi, benarkah demikian?

SuaraJawaTengah.id - Vaksinasi terus gencar dilakukan oleh negara-negara di seluruh dunia. Setiap negara pun melakukan penelitian untuk memilih vaksin yang paling ampuh menahan ganasnya virus Corona atau Covid-19. 

Dilansir dari Himedik.com, penelitian terbaru kembali menemukan suntikan pertama vaksin Pfizer yang diikutin vaksin AstraZeneca bisa menghasilkan tingkat antibodi penetral 6 kali lebih tinggi, dibandingkan seseorang hanya menerima satu dosis vaksin Covid-19 saja.

Penelitian di Korea Selatan, yang melibatkan 499 pekerja medis, menemukan bahwa suntik vaksin Covid-19 campuran telah terbukti menunjukkan jumlah antibodi penetral yang sama pada kelompok yang menerima dua dosis vaksin Pfizer.

Sebanyak 100 peserta menerima suntikan vaksin Covid-10 campuran, 200 orang mendapat dua dosis vaksin Pfizer dan sisanya mendapatkan dua dosis vaksin AstraZeneca.

Baca Juga: Fokus Akselerasi, 63 juta Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Disuntikkan Hingga Juli 2021

Data tersebut memberikan dukungan atas keputusan beberapa negara untuk menawarkan alternatif ke AstraZeneca sebagai suntikan kedua, setelah vaksin Covid-19 ini dikaitkan dengan pembekuan darah langka.

Sebuah penelitian di Inggris, menemukan bahwa suntikan vaksin AstraZeneca diikuti dengan suntikan vaksin Pfizer akan menghasilkan respons sel T yang lebih baik dan respons antibodi yang tinggi, dibandingkan suntik vaksin Pfizer dan diikuti vaksin AstraZeneca.

Penelitian ini salah satu dari banyak penelitian yang menemukan bahwa mencampur dua jenis vaksin Covid-19 membantu menciptakan respons imun yang kuat dan terkadang melebihi dua dosis vaksin yang sama.

Beberapa negara termasuk Bahrain, Bhutan, Kanada, Italia dan Korea Selatan juga mulai mencampur dua jenis vaksin Covid-19 sebagai bagian dari kebijakan mereka.

Kesehatan Masyarakat Inggris mengizinkan praktik tersebut pada bulan Januari 2021, ketika persediaan vaksin Covid-19 terbatas. Karena, varian Delta virus corona Covid-19 yang sangat menular menjadi praktik umum untuk mencampur dua jenis vaksin Covid-19 dalam upaya untuk meningkatkan dorongan inokulasi.

Baca Juga: Warga Makassar Membludak Berdesak-desakan Antre Vaksin

Pada Maret 2021, beberapa negara menghentikan perjalanan vaksin Covid-19 mereka di tengah kekhawatiran pembekuan darah yang sangat langka terkait dengan vaksin Oxford-AstraZeneca.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait