alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tenaga Kesehatan Banyak yang Gugur Karena Covid-19, Jateng Peringkat Kedua Terbanyak

Budi Arista Romadhoni Rabu, 04 Agustus 2021 | 15:28 WIB

Tenaga Kesehatan Banyak yang Gugur Karena Covid-19, Jateng Peringkat Kedua Terbanyak
Ilustrasi tenaga medis banyak yang gugur akibat Covid-19, jateng menduduki peringkat kedua terbanyak. (Unsplash)

Kasus Covid-19 kian mengganas di Jateng, para tenaga medis pun banyak yang gugur

SuaraJawaTengah.id - Virus Corona telah merenggut ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Jawa Tengah menduduki peringkat kedua terbanyak kasus tenaga kesehatan gugur saat melawan Covid-19

Menyadur dari Suara.com, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat sudah ada 640 dokter yang gugur akibat pandemi Covid-19 di tanah air.

Tim Mitigasi PB IDI mencatat per Selasa (3/8/2021) jumlah kematian dokter pada bulan Juli mencetak rekor tertinggi sebanyak 199 dokter gugur karena ledakan Covid-19.

Tenaga kesehatan, ujung tombak perlawanan terhadap pandemi covid-19. [ABC Indonesia]
Tenaga kesehatan, ujung tombak perlawanan terhadap pandemi covid-19. [ABC Indonesia]

Dalam 3 hari awal Agustus ini tercatat 7 dokter meninggal dunia akibat Covid-19.

Baca Juga: Sebanyak 27 Persen Pasien Covid-19 di Bantul Meninggal Saat Isoman, Ini Penyebabnya

"Per 3 agustus, kami dengan hati yang berat melihat penambahan angka kematian teman sejawat dokter sebelumnya dari 598 dan kini update masih tinggi di angka 640 jiwa dokter yang telah gugur," kata Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI Mahesa Paranadipa, Rabu (4/8/2021).

ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Tercatat ada lima provinsi dengan kematian dokter terbesar, yakni berada di Jawa Timur 140 dokter, Jawa Tengah 96 dokter, DKI Jakarta 94 dokter, Jawa Barat 94 dokter, dan Sumatera Utara 43 dokter.

Rinciannya, ada 319 dokter umum yang gugur, 5 diantaranya guru besar.

Nakes yang bekerja di RS Ponorogo sedang istirahat [Foto: Beritajatim]
Nakes yang bekerja di RS Ponorogo sedang istirahat [Foto: Beritajatim]

Lalu dokter spesialis sebanyak 270 dokter, 29 di antaranya guru besar, dan 9 dokter residen.

Sementara, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) juga mencatat sudah ada 540 perawat yang gugur akibat terinfeksi Covid-19.

Baca Juga: Dari Enam Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Wagub DKI: Hanya Terisi 40 persen Sekarang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait