Empat Warga Jepara Tertipu Investasi Bodong, Ini Kronologinya

Sebagian korban mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 100 juta serta ada yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 06 Agustus 2021 | 22:19 WIB
Empat Warga Jepara Tertipu Investasi Bodong, Ini Kronologinya
Ilustrasi investasi bodong. [Shutterstock]

SuaraJawaTengah.id - Empat warga Kabupaten Jepara, mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena tertipu investasi bodong melapor ke polres setempat.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi, mengatakan bahwa mereka juga menyertakan daftar korban lainnya serta menyertakan bukti percakapan korban dengan tersangka di media sosial maupun bukti transaksinya.

"Hingga saat ini sudah ada empat orang yang melapor terkait dengan investasi bodong," kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi di Jepara, Jumat (6/8/2021).

Adapun kerugian yang dialami korban, kata dia, sebagian ada yang mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 100 juta serta ada yang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga:Gadis Probolinggo Tertipu Investasi Bodong Online, Biaya Kuliah Amblas

Menurut dia, banyak warga yang tertarik menanamkan investasi tersebut karena mendapat tawaran dari terlapor berinisial YA (20) warga Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara.

Misalnya, investasi Rp 500 ribu dalam jangka waktu tertentu akan menjadi Rp700 ribu, sedangkan investasi Rp 1 juta akan mendapatkan keuntungan hingga Rp 300 ribu. Selain itu, ada iming-iming dapat cashback atau hadiah uang tunai.

Ia memperkirakan jumlah korban penipuan investasi bodong mencapai ratusan orang. Sementara itu, yang melapor baru empat orang.

Pada akhir Juli 2021, rumah YA juga didatangi sejumlah korbannya. Bahkan, mereka diduga menjarah barang-barang di rumah pelaku.

Sebelumnya, para pelapor sudah mengadu ke Polres Jepara, tetapi tidak bisa menunjukkan bukti penyerahan uang.

Baca Juga:Mau Mulai Investasi di Usia Muda? Yuk Simak Tips Ini Agar Kamu Tidak Gagal

Pelaku dalam menjalankan aksinya melalui orang lain yang disebut seller. Korban menyerahkan uangnya tidak langsung kepada pelaku, tetapi melalui seller.

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini