Untuk mengisi waktu luangnya, Kartini rajin membaca dan mengirim surat kepada teman-temannya di Eropa, yang dibukukan oleh Mr. J. Abendanon dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang" pada tanggal 17 September 1904.
Setelah kepergiaan Kartini, namanya begitu harum setelah setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini atas atas jasanya terhadap emansipasi wanita di Indonesia.
3. Dr. Tjiptomangunkusumo
Dr. Tjiptomangunkusumo lahir di Pecangakan, Ambarawa, Semarang pada tahun 1886. Dirinya terkenal sebagai "Tiga Serangkai" bersama Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara.
Baca Juga:Tak Melulu Angkat Senjata, Ini Dokter dan Musisi Pahlawan Nasional Asal Surabaya
Ia salah satu tokoh dalam Indishe Partiji dan pernah menjadi anggota Volksraad. Beserta kedua rekannya ia pernah diasingkan oleh kolonial Belanda pada tahun 1913. Lalu pada tahun 1927, ia kembali dibuang oleh kolonial Belanda dan akhirnya wafat pada 8 Maret 1943 di Ambarawa.
4. Jenderal Gatot Subroto
Jenderal Gatot Subrtoto adalah salah satu tokoh militer Indonesia yang disegani saat berjuang merebut kemerdekaan. Ia lahir di Banyumas, Jawa Tengah pada tanggal 19 Oktober 1962.
Semasa hidupnya Jenderal Gatot Subroto pernah dididik sekolah militer KNIL, masuk pendidikan PETA di Bogor. Kemudian masuk TKR sebagai panglima divisi II, Korps polisi militer dan Gubernur Militer Surakarta dan sekitarnya.
Namanya yang harum dan diabadikan disetiap jalan Indonesia ini juga pernah menjadi panglima di Tentara Negara Indonesia (TNI).
Baca Juga:HUT ke-76 RI, Kalimantan Barat Diprediksi Hujan Lebat Disertai Angin
5. Sri Susuhanan Pakubuwono VI