alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kenalkan Yanti Kristina: Sarjana Cantik Penjual Serabi India di Klapagading Banyumas

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 27 Agustus 2021 | 11:01 WIB

Kenalkan Yanti Kristina: Sarjana Cantik Penjual Serabi India di Klapagading Banyumas
Yanti Kristina mantan Perawat Kesehatan yang kini jadi penjual Serabi di Desa Klapagading, Wangon yang laris karena gurih dan manis. [FOTO : Sutrisno/TIMES Indonesia]

Berbicara soal serabi, ada cerita menarik dari Dusun Citomo, Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

SuaraJawaTengah.id - Serabi menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang digemari banyak orang. Belum lagi, serabi punya berbagai jenis yang memiliki cita rasa lezat.

Namun jika berbicara soal serabi, ada cerita menarik dari Dusun Citomo, Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Adalah sosok Yanti Kristina (25), sang penjual serabi yang menjadi perbincangan masyarakat di Kota Satria dan sekitarnya.

Selain berparas cantik, Yanti merupakan lulusan sarjana ilmu keperawatan di salah satu perguruan tinggi Islam di Ponorogo.

Baca Juga: Rumah Terduga Teroris di Purwokerto Digeledah Densus 88, Satu Laptop Dibawa Petugas

"Saya jualan serabi sejak masih aktif kuliah hingga pulang ke desa dan kembali berjualan, di sini saya baru 3 bulan," ungkap Yanti seperti diwartakan Timesindonesia.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (25/8/2021).

Setelah lulus kuliah, dia memutuskan kembali lagi ke desanya, Yanti melanjutkan perjuangan menjual serabi.

Sosok yang semapt bekerja sebagai perawat selama 4 tahun di Ponorogo ini merupakan generasi ke-9 keluarganya yang berprofesi pedagang serabi.

Yanti menjelaskan, serabi buatannya lain dengan serabi daerah lain. Serabi yang ia jual selain memiliki rasa gurih juga rasa manis dan tidak lembek.

Saat ditanya resep, Yanti mengaku hanya memakai bahan tepung beras, kelapa parut, garam dan gula jawa asli yang sudah dicairkan.

Baca Juga: 101 Penyandang Disabilitas di Banyumas Jalani Vaksinasi Covid-19 Hari Ini

Dalam sehari ia mampu menghabiskan 7 kg tepung beras yang terbagi dalam dua kali waktu berjualan, yakni pagi mulai pukul 05.00-09.00 dan siang mulai jam 13.00 hingga jelang maghrib. Serabi ia jual dengan harga Rp 1000 per biji.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait