Duh! Disambangi Polisi Bersenjata Lengkap, Warga Desa Wadas Merasa Terintimidasi

Waega Wadas merasa terintimidasi saat dilakukannya patroli polisi bersenjata lengkap

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 23 September 2021 | 07:28 WIB
Duh! Disambangi Polisi Bersenjata Lengkap, Warga Desa Wadas Merasa Terintimidasi
Belasan personel Polres Purworejo berpatroli di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Rabu (22/9/2021). [Dok. Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas-Gempa Dewa]

SuaraJawaTengah.id - Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, keberatan dengan patroli rutin personel Polres Purworejo di kampung mereka. Patroli dilakukan oleh belasan personel bersenjata lengkap.

Warga Desa Wadas, Anwar Fajar menjelaskan selama bulan September sudah 3 kali rombongan polisi berpatroli ke wilayah desa. Belasan polisi tersebut mengendarai motor dan menenteng senjata laras panjang.

“Mereka datang bergerombol dengan membawa senjata laras panjang. Ya semacam menakut-nakuti warga. Seperti mau menangkap teroris,” kata Fajar saat dihubungi, Rabu (22/9/2021) malam.

Pada patroli tanggal 20 September kemarin, warga sempat menanyai polisi soal alasan mengadakan patroli di Desa Wadas. “Bilangnya ya patroli saja. Tujuan dan sasarannya apa, tidak jelas,” ujar Fajar.

Baca Juga:Diduga Membuat Keterangan Palsu saat Sidang, Warga Desa Wadas Bakal Laporkan Saksi Ganjar

Terakhir rombongan polisi berpatroli ke Desa Wadas pada 22 September 2021, pukul 10.30 WIB. Polisi sempat mengambil foto sejumlah banner dan mural berisi penolakan tambang batu.

Alasan polisi melakukan patroli kali ini adalah membagikan masker kepada warga Desa Wadas. Tapi setelah keluar dari Desa Wadas, polisi langsung pulang dan tidak membagikan masker ke warga desa lainnya.

“Katanya membagikan masker. Tapi kok hanya ke beberapa warga. Mereka sempat mengambil foto banner dan mural yang sempat kami buat beberapa waktu lalu.”

Warga menilai jika alasan patroli dalam rangka membagikan masker, lebih efektif dan elok jika diserahkan kepada perangkat desa.

Patroli belasan polisi bersenjata lengkap di Desa Wadas selain menimbulkan pertanyaan juga membuat warga was-was. Terutama kaum ibu dan anak-anak yang masih khawatir terulangnya bentrokan warga dengan polisi pada 23 April 2021.

Baca Juga:Gugatan Warga Wadas ke Ganjar Pranowo Mulai Disidangkan, Buntut Kasus Izin Bendungan Bener

“Kami berharap polisi tidak menakuti dan mengintimidasi warga. Tugas polisi mengayomi dan melindungi warga, bukan menakuti,” kata Fajar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini