Jejak Tapol PKI di Kabupaten Pati: Dipenjara hingga Dibuang di Pulau Buru Tanpa Peradilan

Ini jejak tahanan politik di Kabupaten Pati, dituduh PKI, dan seret tentara untuk menerima hukuman tanpa peradilan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 30 September 2021 | 14:30 WIB
Jejak Tapol PKI di Kabupaten Pati: Dipenjara hingga Dibuang di Pulau Buru Tanpa Peradilan
Ilustrasi Partai Komunis Indonesia (PKI) ditangkap militer.Ini jejak tahanan politik di Kabupaten Pati, dituduh PKI, dan seret tentara untuk menerima hukuman tanpa peradilan. [Suara.com/Iqbal]

Sementara dirinya mendekam dalam penjara atas dosa orang lain yang tidak pernah ia lakukan. 

Ia digelandang ke Koramil. Di sana ada ratusan warga lainnya dari satu kecamatan. Ia diinterogas, disiksa dan dipenjara berbulan-bulan. Tanpa proses peradilan. 

Kardi diinterogasi, ditanya terkait aktivitasnya, apakah terlibat dengan PKI atau tidak. 

"Sekitar setengah tahun saya dipenjara di koramil. Ada banyak gedung di sana. Sekitar empat barak tentara. Sekarang (gedungnya) sudah jadi bangunan lainnya," kata Kardi. 

Baca Juga:Kisah Kelam G30S PKI di Sumut, Prahara Politik Berujung Pembantaian Massal

Setelah berbulan-bulan, ia dipindahkan ke Kodim Pati. Ia tak tahu pasti berapa jumlah orang yang benasib sama dengannya. 

"Cukup banyak. Ribuan orang," ucapnya. 

Selepas dari situ, ia lalu dipisahkan ke Pulau Nusakambangan hingga 'dibuang' di Pulau Buru. 

Setiap tempat itu tak jauh beda perlakuan tentara kepadanya. Ia mengalami penyiksaan yang bertubi-tubi. 

Dipukul dengan rotan, ditendang hingga dilempar pistol. Hampir menjadi makanan kesehariannya saat menjadi tahanan politik (tapol) . 

Baca Juga:Isu PKI Digoreng Gatot Nurmantyo Kembali, Eks Pangkostrad Angkat Bicara

"Di Jawa, di Pulau Buru ya sudah kenyang disiksa," kata dia. 

Di pulau Buru, ia mengaku sempat bertemu banyak tokoh, macam Pramoedya Ananta Toer dan berbagai tokoh lainya. 

Ada ribuan yang dipenjara. Ia tak tahu berapa jumlah pasti yang dipenjara di sana dengannya. Yang jelas ada 21 asrama. 

"Paling sedikit 500 orang. Paling banyak 3.000 orang setiap asramanya," katanya. 

Selain disiksa, ia dan tahanan yang lainnya diwajibkan menggarap sawah. Tentunya tanpa bagi hasil atau upah. Semua hasil panen dirampas tentara. 

Banyak insiden yang membuatnya putus asa hidup di pulau ini.  Ratusan orang tahanan tewas di pulau karena penyiksaan, kelaparan, sakit ataupun bunuh diri akibat tekanan mental. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak