facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Berhutang Jika Tak Sanggup Bayar, Ini Kisah Nasabah Pinjol yang Nyaris Bunuh Diri

Budi Arista Romadhoni Senin, 04 Oktober 2021 | 19:35 WIB

Jangan Berhutang Jika Tak Sanggup Bayar, Ini Kisah Nasabah Pinjol yang Nyaris Bunuh Diri
Ilustrasi aplikasi pinjaman online. Kisah para nasabah pinjol ini dipermalukan karena tak mampu bayar tepat waktu, mereka pun depresi dan nyaris mau bunuh diri. [Shutterstock]

Kisah para nasabah pinjol ini dipermalukan karena tak mampu bayar tepat waktu, mereka pun depresi dan nyaris mau bunuh diri

Selain itu memberi informasi bahwa Kio melarikan uang kepada pemilik nomor telepon yang tersimpan di kontak telepon Kio. Kontak telepon Kio terdapat nomor telepon keluarga besar sehingga mereka mengetahui Kio memiliki utang. Teman-temannya juga mendapat informasi yang sama.

“Ada teman yang tanya saya membawa lari duit siapa. Teman saya lainnya juga banyak yang merasa terintimidasi karena terus ditagih karena katanya menjadi penjamin utang saya. Kontak-kontak yang ada di HP saya diambil. Foto di folder galeri juga bisa diambil. Saat pendaftaran operator pinjol minta izin mengakses kontak dan galeri. Kalau tidak diizinkan proses gagal. Terpaksa saya setujui,” ujar Kio.

Dia berupaya melunasinya. Namun, Kio melunasinya menggunakan uang pinjaman dari operator pinjol lain. Dia terus meminjam uang secara onlinehingga sampai lebih kurang 15 tempat. Utangnya menumpuk hingga puluhan juta rupiah.

”Tiga tahun lalu saya juga pernah utang online di dua tempat lewat aplikasi yang resmi. Syarat pengajuannya ketat. Penagihannya wajar dan hanya kepada saya. Tapi yang operator pinjol ilegal prosesnya mudah tapi penagihannya kasar. Mayoritas pinjol yang saya pinjami sejak Juli ilegal. Aksesnya melalui link di SMS lalu diarahkan ke satu aplikasi. Di satu aplikasi itu ada banyak pinjol Jadi, kalau mau mengakses layanan pinjol lain sangat mudah,” urai Kio.

Baca Juga: Kredit Bagi Tips, 6 Cara Agar Terhindar Jerat Pinjol Ilegal

Dia mengaku sudah melunasi mayoritas utangnya. Dia akhirnya memberanikan diri meminjam uang puluhan juta rupiah kepada saudara dan orang tuanya. Uang itu digunakannya untuk membayar utang.

Depresi

Setelah itu dia meminjam uang di bank senilai Rp50 juta dengan menjaminkan sertifikat rumahnya. Uang itu digunakannya untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dari saudara dan keluarga.

Sebagian utangnya belum lunas dan masih terus ditagih. Tagihan-tagihan yang datang tidak digubrisnya. Jika sudah memiliki dana dia akan melunasinya secara perlahan.

“Beban paling besar yang harus ditanggung adalah rasa malu dan enggak bisa melunasi karena tak punya dana. Kalau berlarut-larut bisa putus asa. Saya sempat kepikiran bunuh diri karena faktor itu. Untungnya saya ingat anak dan istri. Kalau saya tidak ada siapa yang menghidupi mereka, justru menambah beban keluarga. Keluarga juga menguatkan saya. Alhamdulillah bisa kuat menahan beban ini,” ujar Kio.

Baca Juga: Enam Kiat Agar Terhindar dari Jerat Pinjol Ilegal

warga lainnya, Dani, mengatakan istrinya ditagih operator pinjol dengan cara kasar melalui WA. Padahal istrinya tak utang online. Utang itu atas nama tetangganya. Kemungkinan besar nomor telepon istrinya berada di kontak ponsel tetangganya itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait