alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ganjar Bentuk Satgas Khusus Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, 5 Daerah Ini Jadi Prioritas

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 08 Oktober 2021 | 14:34 WIB

Ganjar Bentuk Satgas Khusus Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, 5 Daerah Ini Jadi Prioritas
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin memimpin rapat tindak lanjut arahan Wakil Presiden terkait angka kemiskinan di Jawa Tengah, Jumat (8/10/2021).

Sesuai instruksi Wapres Ma'ruf Amin, Ganjar langsung membentuk satgas khusus penanggulangan kemiskinan eksrem, 5 daerah di jateng ini jadi prioritas

SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.

Ganjar langsung membentuk satgas khusus percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem, dengan ketuanya adalah Sekda Jateng, Sumarno.

Pembentukan Satgas penanggulangan kemiskinan ekstrem itu dibentuk setelah ada arahan dari Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, Kamis (7/10/2021). Satgas akan bekerja menyelesaikan kemiskinan ekstrem di lima daerah, diantaranya Brebes, Banyumas, Pemalang, Banjarnegara dan Kebumen.

"Satgas ini kami bentuk untuk mempercepat, kan ini waktunya pendek, hanya sampai Desember harus selesai. Saya rasa kita perlu tim khusus atau satgas untuk bisa melakukan percepatan. Saya khawatir ada beberapa kabupaten yang tidak siap, maka kita harus bantu mereka," kata Ganjar usai rapat penanggulangan kemiskinan ekstrem di kantornya, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Survei Capres 2024: Prabowo Menurun, Dukungan untuk Anies dan Ganjar Naik

Tugas Satgas lanjut Ganjar yang paling penting adalah verivikasi dan validasi data. Sebab dari data yang sudah ada, tercatat 27 ribu lebih masyarakat miskin ekstrem yang ada di 5 daerah itu. Setelah verval selesai, maka tindakan lanjutan adalah intervensi.

"Verval ini kuncinya, agar tidak keliru. Sebab kita punya contohnya, ada orang di Banyumas, dia masuk desil satu. Tapi semuanya ada, air minum ledeng, sumur terlindungi, listrik sudah PLN, fasilitas BAB sudah punya, tinja sudah ada tangki, RTLH tidak prioritas. Tapi kenapa masih masuk data? Nah yang begini-begini ini harus diselesaikan," tegasnya.

Secara keseluruhan lanjut Ganjar, angka kemiskinan ekstrem di Jateng masih ada sekitar 1,5 juta orang. Namun itu berasal dari berbagai daerah. Dan untuk percepatan kali ini, hanya 5 kabupaten yang menjadi prioritas pusat agar diselesaikan hingga akhir Desember tahun ini.

"Tapi saya ingatkan, bahwa penanganan harus pararel. Sekarang kan sedang menyusun RAPBD 2022, saya minta itu dimasukkan agar berlanjut. Sehingga, desil satu bisa diselesaikan maksimal sampai akhir 2022," pungkasnya.

Sementara itu, Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan agar penanganan kemiskinan ekstrem ini dilakukan secara kolaboratif antara provinsi dengan daerah. Ia juga meminta agar sumber anggaran diambilkan tidak hanya dari anggaran negara, tapi bisa dari Baznas, CSR atau filantropi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Jateng 8 Oktober 2021, Banyumas Raya dan Kedu Diprediksi Hujan Ringan

"Selain itu, program pendampingan satu OPD satu desa binaan yang sudah jalan di provinsi harus ditingkatkan. Mereka-mereka yang mendampingi desa-desa itu harus bekerja optimal agar target bisa tercapai," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait