Jarak yang jauh tersebut, menurut dia, juga menambah beban bagi orang tua untuk menyediakan biaya transportasi tambahan, baik ketika harus menggunakan ojek maupun terpaksa mengizinkan anaknya mengendarai kendaraan roda 2 meskipun secara usia belum diperkenankan.
Tingginya ATS tersebut, katanya, berujung pada rendahnya rata-rata lama sekolah (RTLS) di Kabupaten Wonosobo. Data tahun 2020, RTLS Kabupaten Wonosobo masih berada pada angka 6,81 tahun, jauh di bawah RTLS Provinsi Jawa Tengah yang telah berada pada angka 7,69 pada tahun yang sama.
"Di kawasan regional eks-Karesidenan Kedu, Kabupaten Wonosobo juga berada di posisi paling bawah sehingga memang diperlukan keseriusan seluruh pihak agar kondisi tersebut bisa diperbaiki," demikian Sri Fatonah WI.
Baca Juga:Efek Pandemi RI: Makin Banyak Anak Putus Sekolah, Korban KDRT hingga Hamil di Luar Nikah