facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cegah Kembalinya Paham Radikal, Anak Eks Napiter Perlu Perhatian Khusus

Budi Arista Romadhoni Minggu, 14 November 2021 | 21:33 WIB

Cegah Kembalinya Paham Radikal, Anak Eks Napiter Perlu Perhatian Khusus
Para anak-anak eks napiter mendapatkan bantuan pendidikan. [Istimewa]

Anak-anak eks napiter harus menjadi perhatian khusus, hal itu bisa mencegah mereka kembali ke paham radikal

SuaraJawaTengah.id - Menyandang gelar mantan narapidana teroris memang masih sangat awam di kalangan masyarakat. Eks Napiter terkadang dianggap membahayakan, meski sudah menyatakan bertobat dan mencintai NKRI.

Namun demikian, eks napiter harusnya mendapatkan pendampingan. Terutama bagi keluarga, yaitu istri dan anak-anaknya.  

Anak-anak dari seseorang yang menyandang status sebagai eks napiter perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Membuka komunikasi dengan banyak cara perlu dilakukan agar stigma yang terlanjur melekat pada dirinya bisa terkikis.

Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Mahcmudi Hariono alias Yusuf, Minggu (14/11/2021) di Kota Semarang. Anggota Yayasan Persadani adalah para eks narapidana terorisme khususnya di wilayah pantura Jawa Tengah. Pengurusnya ada di Kota Semarang.

Baca Juga: Napi Terorisme di Lapas Rajabasa dan Lapas Metro Ikrar Setia NKRI

Yusuf yang asli Jombang Jawa Timur sebelumnya ditangkap Densus 88/Antiteror Polri pada tahun 2003 silam di Kota Semarang. Dia divonis 10 tahun, menjalani hukuman 5,5 tahun penjara. Kasusnya mentereng, menyimpan bahan peledak dan senjata yang beratnya hampir 1 ton, berkaitan dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Pasca-bebas penjara, Yusuf kemudian menikah dan kini punya 3 anak yang saat ini semuanya masih bersekolah. Sebab itulah, Yusuf paham betul apa yang dirasakan anak-anak mereka. Pun dengan orang-orang lain yang punya cerita masa lalu serupa.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, pasti ada stigma yang melekat. Bagi saya sendiri maupun keluarga, juga anak-anak,” kata Yusuf.

Salah satunya berangkat dari sebab itulah, Yusuf sangat berterimakasih, dia diundang bersama 5 orang anggota Persadani lainnya untuk sekadar makan siang bersama dengan Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Tengah yang menggandeng Rumah Pancasila dan Klinik Hukum.

Tak hanya Yusuf dan 6 rekannya, namun para istri dan anak-anak juga diajak makan bersama. Semuanya tampak senang. Apalagi ada bingkisan berupa tas dan buku beserta alat tulis, serta tali asih uang tunai dari Polda Jawa Tengah yang diberikan.

Baca Juga: Menanti yang Kembali, Ideologi Terorisme Menjadi Momok Bangsa Indonesia

Masing-masing dari mereka, selain Yusuf, ada Sri Pujimulyo Siswanto, Badawi Rachman, Nur Afifudin, Harry Setya Rachmadi dan Sobri.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait