alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasien Covid-19 Sembuh di Kabupaten Bantul Bertambah 19 Orang

Erick Tanjung Kamis, 18 November 2021 | 23:17 WIB

Pasien Covid-19 Sembuh di Kabupaten Bantul Bertambah 19 Orang
Ilustrasi Covid-19

Pasien sembuh itu berasal dari Kecamatan Sedayu delapan orang, Pajangan enam orang, Sanden dua orang, Kasihan dua orang, dan Banguntapan satu orang.

SuaraJawaTengah.id - Kasus sembuh dari paparan Covid-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam sehari bertambah 19 orang, sehingga total angka kesembuhan hingga Kamis (18/11/2021) menjadi 55.579 orang.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan Covid-19 Bantul, pasien sembuh itu berasal dari Kecamatan Sedayu delapan orang, Pajangan enam orang, Sanden dua orang, Kasihan dua orang, dan Banguntapan satu orang.

Dalam periode yang sama terdapat penambahan kasus konfirmasi Covid-19 sejumlah 12 orang, sehingga total kasus positif sejak awal pandemi hingga saat ini sebanyak 57.228 orang.

Kasus konfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia pada hari ini nol orang, atau tidak ada penambahan data, sehingga total kasus kematian di Bantul masih tercatat 1.569 orang.

Baca Juga: Update: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 221 Kasus, 8.522 Orang Masih Dirawat

Dengan demikian, jumlah kasus aktif Covid-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani isolasi maupun karantina di selter atau rumah sakit wilayah Bantul per Kamis tinggal 80 orang.

Kasus isolasi itu jika dilihat berdasarkan domisili kecamatan, terbanyak dari Sedayu 16 orang, disusul Sanden 14 orang, sementara terendah dari Pleret, Jetis, dan Srandakan, masing-masing satu orang.

Ketua Harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Bantul Joko Purnomo mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sesuai pola hidup bersih dan sehat, menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus.

"Mari bersama kita putus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya. (Antara)

Baca Juga: Menanam Padi Hujan-hujan, Puan: Biarkan Masyarakat Nanti yang Memanen

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait