alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Canggih dan Keren! Ada Drone Semprot Pupuk ke Sawah Svargabumi Borobudur

Ronald Seger Prabowo Jum'at, 26 November 2021 | 18:00 WIB

Canggih dan Keren! Ada Drone Semprot Pupuk ke Sawah Svargabumi Borobudur
Pesawat drone pertanian menyemprotkan pupuk cair ke areal sawah kompleks agro wisata Svargabumi Borobudur. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Daya tarik wisatanya menjadikan kampanye penggunaan teknologi mekanis untuk pertanian menjadi efektif.

SuaraJawaTengah.id - Pengelolaan sawah di kompleks agro wisata Svargabumi, Borobudur diuji coba mengaplikasikan metode pertanian modern. Penyemprotan pupuk cair organik menggunakan pesawat drone pertanian.

Meski sawah di Svargabumi tidak luas, daya tarik wisatanya menjadikan kampanye penggunaan teknologi mekanis untuk pertanian menjadi efektif.

Mekanisasi pertanian di era revolusi industri 4.0 menyasar anak muda untuk terjun menjadi petani milenial. Tanpa regenerasi, diperkirakan 27 petani Indonesia bakal hilang.

Penyemprotan pupuk cair di Svargabumi, menggunakan drone milik Today Tech Drone Pertanian. Perusahaan asal Yogyakarta ini menyediakan jasa penyewaan drone untuk kebutuhan pertanian.

Baca Juga: Jejak Abdi Dalem Sebarkan Tradisi Minum Jamu di Yogyakarta: Dari Ginggang hingga Kiringan

“Untuk Magelang menurut kami yang paling menjual Svargabumi ini. Meskipun luas lahannya kecil, tapi secara gaungnya dan pemberitaanya lebih menarik,” kata VP Penjualan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Rizki Candra Sakti, Jumat (26/11/2021).

Penerapan teknologi mekanisasi pertanian mulai akrab bagi para petani muda di Magelang. Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekarlagit Grabag sudah mengaplikasikan sistem pengujian kesuburan tanah berbasis aplikasi.

Pemeriksaan keasaman (pH) tanah menggunakan sampel yang akan dianalisa oleh aplikasi. “Kami mulai melakukan program digital farming. Lewat aplikasi petani sudah tahu tingkat kekurangan dari tanahnya,” kata Humas Gupon Sekarlangit, Miftahul Baehaqi kepada SuaraJawaTengah.id.

Kelompok tani beromzet Rp 3,5 miliar perbulan ini, sekarang sedang dalam proses pengadaan drone pertanian. Menurut Miftahul Baehaqi, menggunakan drone menghemat waktu penyemprotan pupuk organik.

“Kita akan lebih menghemat waktu. Penyemprotan pupuk untuk setiap satu hektare sawah hanya butuh waktu 15 menit.”

Baca Juga: Ganjar Ikut Tour de Borobudur 2021, Sony Subrata: Kesiapan Acara Sangat Luar Biasa

Luas lahan anggota kelompok tani saat ini sebanyak 181 hektare berada di Kecamatan Grabag, 430 hekater di Kecamatan Sawangan, dan 270 hektare sisanya berada di Kecamatan Bandongan dan Tempuran.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait