Menyebar ke Seluruh Daerah dan Luar Negeri, Suku Jawa Disebut Mudah Diterima Banyak Pihak

Suku Jawa disebut-sebut mudah diterima oleh berbagai kalangan, ternyata ini alasannya

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 09 Desember 2021 | 12:51 WIB
Menyebar ke Seluruh Daerah dan Luar Negeri, Suku Jawa Disebut Mudah Diterima Banyak Pihak
Anak suku Jawa. Suku Jawa disebut-sebut mudah diterima oleh berbagai kalangan, ternyata ini alasannya [Foto: Phinemo.com]

Suku Jawa, khususnya di Solo dan Yogyakarta dikenal dengan sifatnya yang kalem atau tenang sehingga cenderung lebih memilih untuk mengalah demi meredam ketegangan saat terjadi konflik. Sikap ini disukai oleh warga lokal di mana suku Jawa ini berada. Namun,  di saat yang bersamaan,  karena sikap yang suka mengalah dan berdamai ini, suku Jawa menjadi mudah dimanfaatkan.

Mudah Membaur

Semangat kebersamaan warga Suku Jawa memang harus diakui. Mereka sangat ahli bersosialisasi dan menempatkan dirinya.  Di tempat rantauan, suku Jawa dikenal sebagai kelompok masyarakat yang mudah kenal satu dengan yang lain sehingga mudah bergabung dalam komunitas masyarakat. Perilaku mudah bergaul ini dalam istilah adat Jawa dikenal dengan sebutan Guyub, yang artinya adalah hidup rukun dalam kebersamaan.

Sopan

Baca Juga:5 Rumah Adat Jawa Tengah, Sederhana Tapi Sarat Makna

Sejak Kerajaan Mataram Islam, Suku Jawa sudah diperkenalkan dengan budaya tata kerama, mulai dari penggunaan bahasa hingga sikap gaya tubuh yang harus dilakukan. Suku Jawa, khususnya di Solo dan Yogyakarta mengenal adanya tingkat pada Bahasa Jawa yang harus digunakan. Tata bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari berbeda saat mereka harus berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan pejabat tinggi.

Walaupun suku Jawa tidak menggunakan Bahasa Jawa saat berada di tanah rantauan, mereka tetap menggunakan tata bahasa yang santun saat berbicara dengan orang lain.  Kadang, cara bicara suku Jawa yang kalem dan penuh kesantunan ini menjadi bahan olok-olok masyarakat karena dianggap kurang tegas dalam berbicara.

Selain itu, sikap tubuh membungkuk saat melewati orang juga diajarkan sebagai sikap menghormati orang lain yang ada di sekitarnya sambil bilang ‘Nyuwun sewu’ yang artinya meminta izin untuk lewat. Biasanya, sikap membungkukkan badan ini dilakukan oleh anak muda saat berjalan melewati orang yang lebih tua. Namun tidak jarang juga sikap membungkukkan badan ini juga tetap dilakukan saat melewati kerumumnan orang meski tidak semua berusia lebih tua.

Ringan Tangan

Sebagai pendatang, suku Jawa mengerti bahwa sudah seharusnya mengikuti adat istiadat serta peraturan yang berlaku di tanah rantau. Hal inilah yang membuat suku Jawa mudah disukai oleh masyarakat setempat di tanah rantau. Mereka juga dikenal sebagai kelompok yang ringan tangan dan mereka tidak keberatan jika dia diminta bantuan berulang-ulang kali.

Baca Juga:Deretan 10 Wisata Ngawi yang Punya Pesona Mengagumkan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini