alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Unik! Warga Banjarnegara Barter Rambut Rontok dengan Perkakas Rumah Tangga

Budi Arista Romadhoni Minggu, 09 Januari 2022 | 18:11 WIB

Unik! Warga Banjarnegara Barter Rambut Rontok dengan Perkakas Rumah Tangga
Warga membawa rambut rontok miliknya untuk membayar transaksi perkakas rumah tangga pada pedagang pikulan di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (9/1/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Metode barter ini bukan menggunakan barang lazim, yaitu rambut rontok

SuaraJawaTengah.id - Transaksi menggunakan metode barter pernah terjadi oleh masyarakat pada zaman dahulu. Perlahan, sejak adanya mata uang, metode tersebut sudah ditinggalkan. 

Siapa sangka, transaksi dengan metode barter ini masih dilakukan warga Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Uniknya, metode barter ini bukan menggunakan barang lazim, yaitu rambut rontok.

Warga perempuan di Grumbul Ketandan, sudah terbiasa mengumpulkan rambut rontok yang jatuh setelah disisir untuk ditukarkan perkakas rumah tangga seperti, tampah, baskom, gayung, dan sebagainya.

Dengan dibungkus plastik, rambut tersebut biasanya dikumpulkan dalam kurun waktu satu bulan. Namun, pedagang pikulan yang menerima transaksi barter, datangnya tak tentu. Biasanya ketika datang, pedang

Baca Juga: Alasan Keluarga Inti, Istri Bupati Budhi Sarwono Menolak Diperiksa KPK

"Rambut, rambut, rambut," teriak Ahmad Supriyanto (57), pedagang pikulan memberikan kode ketika datang, Minggu (9/1/2022). Seketika itu pula, warga yang berada di dalam rumah keluar dengan membawa rambut yang sudah dikumpulkan.

Mbah Supri, biasa ia dipanggil mengaku sudah 30 tahun berprofesi sebagai pedagang perkakas keliling. Sejak itu pula, bisnisnya ini bisa dibarter dengan rambut warga yang rontok.

Mbah Supri menunjukkan rambut rontok pelanggannya yang digunakan untuk transaksi dagangan miliknya di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (9/1/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]
Mbah Supri menunjukkan rambut rontok pelanggannya yang digunakan untuk transaksi dagangan miliknya di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (9/1/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Tidak hanya itu, ia juga sempat menerima barang rongsok seperti, telepon genggam rusak, ataupun ember bolong dan lainnya. Namun tiga tahun belakangan, barang rongsok sudah tidak lagi diterima.

"Ribet, sudah tua saya, kalau harus bawa barang rongsok berat. Belum ditambah beban dagangan saya," akunya.

Usut punya usut, ternyata rambut rontok ini bisa dijual kembali pada pengepul rambut palsu atau wig dari Purbalingga. Tapi tak sembarang rambut rontok yang diterimanya. Ada spesifikasi khusus.

Baca Juga: Dipanggil KPK, Istri Bupati Banjarnegara Menolak Jadi Saksi Kasus Suaminya

"Paling tidak panjangnya 20 cm. Kalau pendek (rambut), harganya lebih murah," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait