alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Truk Pengangkut Pasir Terseret Banjir di Tegal, Dua Orang Tewas

Budi Arista Romadhoni Senin, 10 Januari 2022 | 20:30 WIB

Truk Pengangkut Pasir Terseret Banjir di Tegal, Dua Orang Tewas
Kondisi truk yang terseret banjir bandang di sungi Gung, Kabupaten Tegal, Senin (10/1/2022) sore. [Istimewa]

Truk pengangkut pasir jadi korban banjir bandang di Tegal, dua orang dinyatakan tewas dalam peristiwa itu

SuaraJawaTengah.id - Banjir bandang yang terjadi di sungai Gung, Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal menewaskan dua orang yang sedang mengangkut pasir menggunakan truk di sungai tersebut, Senin (10/1/2022) sore. Keduanya terserat banjir hingga satu kilometer.

‎Kepala Desa Danawarih Abdul Munip mengungkapkan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

"Saya mendapat informasi pukul 16.30 WIB. Setelah itu langsung ke lokasi yang berada di sungai Gung bagian bawah," kata Munip saat dihubungi Suara.com, Senin (10/1/2022).‎

Menurut Munip, sebelum kejadian, terdapat truk yang sedang mengangkut pasir di sungai tersebut. Tiba-tiba banjir bandang datang dan langsung menyeret truk tersebut beserta sopir dan seorang warga lainnya di lokasi kejadian.

Baca Juga: Gerak Cepat, PLN Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Aceh

"Dua orang tersebut meninggal setelah terseret banjir yang datang dari arah atas (selatan)," ujar Munip.

‎Munip mengatakan, truk beserta dua korban yang meninggal ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Desa Lebaksiu, Kecamatan Lebaksiu.

"Pas ditemukan posisinya terpisah. Dari truk jaraknya sekitar 500 meter," ujarnya.

‎Munip mengatakan, identitas salah satu korban tewas yakni Abdul Aziz, warga Desa Danawarih. Sedangkan satu korban lainnya diketahui merupakan warga Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

"Jenazah dua korban sudah dievakuasi. Kalau truknya masih di tengah sungai. Kondisi sungai masih banjir dan hujan," ungkapnya.

Baca Juga: Bagikan Momen Makan di Warteg Peong, Anies Baswedan Nostalgia Meme 'Kegigit Lengkuas'

‎Munip menyebut lokasi kejadian memang kerap digunakan untuk menambang pasir. Kondisinya berbahaya ketika turun hujan deras di wilayah hulu sungai.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait