alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Genjot Vaksinasi di Jateng, Ganjar Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Banyak Vaksin Kedaluwarsa

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 14 Januari 2022 | 14:42 WIB

Genjot Vaksinasi di Jateng, Ganjar Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Banyak Vaksin Kedaluwarsa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Dok Pemprov Jateng]

Ganjar Pranowo mengingatkan pemerintah daerah segera menginput data Vaksinasi, sehingga ke depan tak lagi ditemukan kasus ribuan stok vaksin yang kedaluwarsa

SuaraJawaTengah.id - Capaian vaksinasi Covid-19 terus dikejar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain mengejar herd immunity, juga agar vaksin tidak kelewat dari waktu kedaluwarsa. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pemerintah daerah agar selalu menginput data vaksinasi ke aplikasi smile. Sehingga ke depan tak lagi ditemukan kasus ribuan stok vaksin yang kedaluwarsa.

Ganjar mengatakan, stok vaksin di daerah banyak yang kedaluwarsa pada Kamis (13/1/2022) kemarin. Namun setelah diklarifikasi, jumlahnya berkurang banyak karena sebenarnya sudah disuntikkan.

“Kemarin sudah dilaporkan ke kita ada yang telat memasukkan ke aplikasi smile, jadi sebenarnya sudah habis, tapi memang ada yang belum habis. maka kami minta per hari ini semua diklafirikasi semua, ini sudah habis bener atau belum tercatat,” ujar Ganjar dari keterangan tertulis Jumat (14/1/2022). 

Baca Juga: Warga Temanggung Kembalikan Pemberian Bantuan Ganjar, Politisi Demokrat: Rakyat Semakin Cerdas

Stok vaksin yang masih dan kedaluwarsa kemarin, kata Ganjar sudah dikumpulkan. Ganjar pun telah berkomunikasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait kelayakan vaksin tersebut.

“Vaksin sudah dikumpulkan, kita minta ke bpom apakah kalau tanggal kedaluwarsa pada tanggal itu tu betul-betul vaksin tidak bisa digunakan apakah masih ada jeda,” katanya.

Ganjar mengatakan, jika BPOM menyebut stok tersebut masih bisa digunakan maka akan digunakan untuk vaksinasi boosting yang saat ini sudah dijalankan.

“Kalau masih ada jeda kita manfaatkan, toh sekarang ada kebijakan boosting, kita bisa boosting buat yang lain. Eman-eman kalau tidak,” ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar juga kembali mengingatkan kepada daerah untuk selalu menginput data vaksin ke aplikasi smile. Apalagi menurut catatannya, ada vaksin yang akan kedaluwarsa pada tanggal 15 dan 30 Januari.

Baca Juga: Dapat Booster Vaksin AstraZeneca? Cek Efektivitasnya Lawan Varian Omicron

“Kita sudah cek langsung ke sana agar semua menyiapkan betul untuk dikebut. (Dinkes) masih mendata. kemarin sudah ada informasi ke saya, saya minta klarifikasi, kalau tidak jangan-jangan ada problem input data,” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait