"Jika ditotal, patung dewa di Klenteng Tay Kak Sie sekitar 29 patung yang ditarus di beberapa lokasi klenteng," katanya.
Rata-rata klenteng di Kota Semarang mempunyai lima patung dewa. Namun, di Klenteng Tay Kak Sie mempunyai 29 patung dewa. Hal itulah yang menjadikan klenteng tersebut dijuluki sebagai Klenteng Besar.
"Dulunya di klenteng tersebut banyak lomboknya. Hal itulah yang menyebabkan jalan menuju Klenteng Tay Kak Sie dinamakan Gang Lombok," imbuhnya.
Adapun patung tuan rumah di Kelnteng Tay Kak Sie adalah Dewi Kwan Im atau Dewi Welas Kasih. Sampai saat ini, keberadaan patung-patung tersebut masih terjaga.
Baca Juga:Sebastian Gunawan Signature Hadirkan Koleksi Imlek dalam Kemewahan Mode Masa Kini
"Di sini juga ada patung Laksamana Cheng Ho," ucapnya.
Pada hari-hari tertentu, klenteng ini mengadakan berbagai upacara keagamaan yang banyak menarik pengunjung untuk datang. Namun, semenjak pandemi pengurus klenteng hanya menggelar acara peribadatan.
"Biasanya kalau Imlek acara besar, namun karena massih pandemi ya jadi kita fokus ibadah," paparnya.
Perayaan Imlek tahun ini, klenteng tertua di Kota Semarang itu memberlakukan pembatasan. Pihaknya hanya memperbolehkan pengunjung yang masuk klenteng hanya 50 persen untuk antisipasi penyebaran Covid-19.
"Dengan kapasitas 100 orang di dalam klenteng, Yayasan Tay Kak Sie akan memberlakukan 50 persen kapasitas ruangan," ujarnya.
Baca Juga:Sejarah dan Legenda Lampion, Hiasan yang Lekat Dengan Perayaan Imlek
Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah umat yang akan bersembahyang, pihaknya akan melaluka pembatasan.meski bukan klenteng terbesar, tiap kali perayaan Imlek klenteng tersebut banyak pengunjung.