facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Awas! Tak Hanya Pandemi, Musim Hujan DBD Juga Harus Diwaspadai

Budi Arista Romadhoni Senin, 24 Januari 2022 | 07:32 WIB

Awas! Tak Hanya Pandemi, Musim Hujan DBD Juga Harus Diwaspadai
Ilustrasi Nyamuk Betina. Pada musim hujan tidak hanya Pandemi Covid-19 yang harus diantisipasi. Namun penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) wajib juga perhatikan. (pixabay)

Pada musim hujan tidak hanya Pandemi Covid-19 yang harus diantisipasi. Namun penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) wajib juga perhatikan

SuaraJawaTengah.id - Pada musim hujan tidak hanya Pandemi Covid-19 yang harus diantisipasi. Namun penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) wajib juga perhatikan.  

Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Yudhi Wibowo mengingatkan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) saat musim hujan.

"Pada saat musim hujan seperti sekarang ini kelangsungan hidup nyamuk Aedes Aegypti akan lebih lama jika tingkat kelembaban tinggi, sehingga masyarakat perlu lebih waspada," kata Yudhi dikutip dari ANTARA di Purwokerto, Banyumas, Minggu (23/1/2022).

Dia mengatakan salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mengintensifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya antisipasi penyakit DBD.

Baca Juga: 4 Hal Simpel yang Wajib Disiapkan Pemilik Mobil Saat Musim Hujan Tiba

Gerakan pemberantasan sarang nyamuk tersebut, kata dia, perlu melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar ikut berperan serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak.

"Peran aktif masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan perlu dilakukan, dengan harapan dapat mencegah nyamuk Aedes berkembang biak dan pada akhirnya menekan kasus penyakit demam berdarah," katanya.

Untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gerakan pemberantasan sarang nyamuk, pemerintah daerah perlu meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai kepada seluruh warga.

"Selain sosialisasi mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, pemerintah daerah juga perlu meningkatkan edukasi mengenai pencegahan DBD dan penyakit lain yang berpotensi mengalami peningkatan kasus saat musim hujan," katanya.

Pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed itu menambahkan masyarakat perlu melakukan praktik "3M Plus" secara berkala sebagai salah satu upaya mencegah penyakit demam berdarah.

Baca Juga: Kota Malang Waspada DBD, Tercatat 35 Kasus Sepanjang Januari 2022

"Praktik 3M adalah dengan cara menguras, menutup serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait