facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jelang Tahun Baru Imlek, Umat Tri Dharma Kabupaten Temanggung Mulai Bersihkan Kelenteng Kong Ling Bio

Budi Arista Romadhoni Rabu, 26 Januari 2022 | 17:50 WIB

Jelang Tahun Baru Imlek, Umat Tri Dharma Kabupaten Temanggung Mulai Bersihkan Kelenteng Kong Ling Bio
Umat Tri Dharma di Kabupaten Temanggung membersihkan rupang dewa di Kelenteng Kong Ling Bio Temanggung. [ANTARA/Heru Suyitno]

Umat Tri Dharma di Kabupaten Temanggung, membersihkan Kelenteng Kong Ling Bio Temanggung menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2573

SuaraJawaTengah.id - Tahun baru Imlek menjadi hari yang sakral untuk masyarakat Tionghoa. Membersihkan klenteng menjadi kegiatan yang wajib. 

Belasan umat Tri Dharma di Kabupaten Temanggung, membersihkan Kelenteng Kong Ling Bio Temanggung menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2573.

Sekretaris Tempat Ibadah Tri Dharma Cahaya Sakti (TITD) Kong Ling Bio, Lidya Samstya Graha, mengatakan ritual ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun sebagai persiapan menyambut perayaan Imlek.

Umat Tri Dharma membersihkan semua bagian bangunan kelenteng, termasuk rupang-rupang dewa dibersihkan dengan air kembang.

Baca Juga: Ibadah Imlek di Vihara Thay Hin Bio Bandar Lampung Dibatasi

"Hari ini mengawali rangkaian kegiatan Tahun Baru Imlek dengan bersih-bersih tempat ibadah dan sekalian memandikan rupang. Artinya kami memulai segala sesuatu dengan bersih, baru intinya begitu dan memulai tahun ini dengan doa," kata Lidya dikutip dari ANTARA di Temanggung, Rabu (26/1/2022). 

Sejumlah rupang dewa yang dibersihkan, antara lain Hok Tik Tjieng Sin (Dewa Bumi), Kwan Seng Tee (Dewa Perang), Thiang Siang Tee (Dewa Pembasmi Ilmu Hitam), Kwam Im Poo Sat (Dewi Belas Kasih), Kwang Kong (Dewa Keadilan), dan Thian Sian Sing Bo (Dewa Penguasa Air).

Ia menuturkan, tidak ada tema khusus pada Imlek tahun 2022. Hanya saja tahun ini shio macan air, yang merupakan simbol kekuatan, kepercayaan diri, keberanian dan simbol kepahlawanan dalam memberantas kejahatan.

Sebelum pembersihan rupang, katanya telah digelar ritual Kong Co Sang Ang atau menghantar Dewa Dapur (Kong Co Tjau Kun Khong) naik ke langit untuk melaporkan perilaku umat manusia.

"Kami berharap pula Temanggung menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem, kerta raharja. Itu juga yang selalu kami panjatkan dalam ritual," katanya. 

Baca Juga: Meski Ada Ribuan Lampion, Masyarakat Tionghoa di Kota Solo Pastikan Imlek Digelar Secara Sederhana

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait