Menurutnya, sepulang dari itu guru yang bersangkutan merasakan agak demam, dan pusing. Akhirnya guru dan siswa yang melakukan kontak erat diminta harus tes PCR di rumah sakit.
"Dari 12 orang yang di PCR, 11 orang dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya dari Dinkes memberikan arahan agar dilakukan PCR lanjutan, kemudian ada 225 siswa dan seluruh karyawan SMA Warga yang di PCR, tapi hasil belum keluar," ungkap dia.
Dengan keadaan seperti ini, langsung koordinasi dengan dinkes dan cabang dinas pendidikan wilayah 7 untuk melakukan tindakan mengganti PTM d dengan PJJ.
"Kita langsung ambil tindakan menghentikan PTM dan diganti dengan PJJ. Sudah 2 minggu ini SMA Warga menggelar 100 persen PTM," paparnya.
Baca Juga:Dalam Seminggu, 15 Idol K-Pop Pria Ini Dikonfirmasi Positif Covid-19
SMA Warga itu satu komplek dengan SMP Warga dan juga ikut mengganti PTM dengan PJJ. Ini untuk antisipasi saja agar kasusnya tidak meluas.
Mereka yang positif pun menjalani isolasi mandiri, karena statusnya tanpa gejala. Sementara satu guru dari kasus awal di rawat di rumah sakit.
"Status mereka OTG dan isolasi mandiri. Hanya guru yang di rawat fi rumah sakit. Kondisi mereka terus kita pantai," tandas dia.
Selama ini protokol kesehatan terus lakukan, tiap lantai ada petugas untuk memantau. Susahnya itu saat pulang sekolah, itu memang jadi perhatian semua.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Kasus COVID-19 Naik, PTM di Tangsel Tetap 100 Persen, Dibagi 2 Sesi