Jejak Nyata Akulturasi Jawa-Tionghoa, Keris Mbah Kuntjung Bersemayam di Altar Kelenteng Boen Tik Bio Banyumas

Sebagian masyarakat jawa masih percaya, senjata keris memiliki daya magis yang perlu disucikan dalam waktu-waktu tertentu dengan berbagai ritual.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 27 Januari 2022 | 19:45 WIB
Jejak Nyata Akulturasi Jawa-Tionghoa, Keris Mbah Kuntjung Bersemayam di Altar Kelenteng Boen Tik Bio Banyumas
Altar Keris Mbah Kuntjung yang ada di Klenteng Boen Tik Bio Banyumas, Selasa (26/1/2022). [Suara.com/Anang Firmansyah]

Khusus untuk tiga keris Mbah Kuntjung dimandikan secara terpisah dengan patung para suci. Hanya juru kunci keturunan kedua yaitu Edi Sumarno yang boleh bertugas menjamas pusaka itu.

"Pak Edi Sumarno ini telah lima tahun menjalani tugas sebagai pencuci keris. Dia menggantikan Rakam, yang sudah berpulang terlebih dahulu," tutupnya.

Kontributor : Anang Firmansyah

Baca Juga:Jelang Imlek, Pedagang Musiman di Glodok Mulai Jajakan Perlengkapan dan Pernak-pernik

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini