Proses membuat minyak kelapa secara tradisional sebenarnya tidak sulit. Tapi karena membutuhkan waktu lama, tidak banyak orang yang telaten dan sempat membuatnya.
Dari santan 9 butir kelapa, Murtofiah mendapat kurang dari 1 liter minyak. Selain tenaga, dia tidak mengeluarkan uang untuk membuat minyak kelapa.
Menurut Murtofiah, pohon kelapa banyak tumbuh di sekitar rumahnya. Kelapa dan tanaman produktif lainya diwariskan oleh orang tua kepada anak-anak.
Kayu untuk memasak dikumpulkan dari ranting kayu di sekitar rumah. Didekat tungku tampak tumpukan bonggol jagung dan daun kering kelapa yang bisa dijadikan bahan bakar.
Baca Juga:Bentuk Tim Pengawas, Polres Pringsewu Bakal Tindak Tegas Penimbun Minyak Goreng
“Kelapa di sekitar sini banyak. Alhamdulillah simbah-simbah dulu menanam pohon kelapa jadi dapat dimanfaatkan," tegasnya.
Jika penggunaannya cukup hemat, minyak kelapa sebanyak kurang dari 1 liter itu kata Murtofiah cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 1 minggu. Tapi jika kebutuhan menggoreng sedang banyak, 3 hari minyak sudah habis.
Membuat minyak goreng dari kelapa memang tidak praktis. Murtofiah sendiri mengaku lebih memilih membeli minyak goreng kemasan di warung jika sedang memiliki uang.
“Uang kan kadang ada, kadang nggak. Kalau kebetulan ada yang membeli kelapa, ya saya jual. Nanti uangnya dibelikan minyak goreng dari warung. Lebih cepat,” katanya.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Baca Juga:Alamakjang! Minyak Goreng di Pasar Sibuhuan Sumut Langka