Perajin Tahu dan Tempe Mogok, Pengamat Sebut Saatnya Kembangkan Kedelai Lokal

Kenaikan harga dan minimnya pasokan kedelai impor dari Amerika Serikat itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan produksi dan kualitas kedelai lokal

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 24 Februari 2022 | 06:00 WIB
Perajin Tahu dan Tempe Mogok, Pengamat Sebut Saatnya Kembangkan Kedelai Lokal
Pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu. [ANTARA]

"Ketersediaan lahan menjadi salah satu hambatan produksi bagi para petani yang selama ini berupaya menanam kedelai. Selama ini banyak petani yang menanam kedelai pada lahan-lagan sawah bekas padi sehingga produksi masih rendah karena ada kemungkinan ancaman kekeringan," katanya.

Kendati demikian, hal tersebut menurutnya bisa diatasi dengan menggunakan bibit unggul dan berkualitas agar dapat menghasilkan varietas yang lebih tahan terhadap cuaca.

Sementara itu, pemerhati tanaman kedelai dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ponendi menambahkan bahwa petani kedelai perlu menggunakan bibit unggul dan berkualitas guna meningkatkan produksi kedelai.

"Unggul di sini berarti varietas baru yang menjadikan produktivitasnya tinggi sementara berkualitas artinya adalah benih tersebut harus bersertifikat, daya tumbuhnya tinggi yakni 90 persen," katanya.

Baca Juga:Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Kartasura Sukoharjo Pilih Kurangi Takaran dan Ukuran Tahu

Dia juga menambahkan bahwa benih kedelai harus dipastikan tidak tersimpan terlalu lama di tempat penyimpanan.

"Artinya petani pada saat menanam sebaiknya menggunakan benih yang baru agar daya tumbuhnya tinggi," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini