Jelang Ramadhan, Warga Bustaman Semarang Gelar Tradisi Gebyuran

Dengan membawa bungkusan air warna - warni, mereka mulai melempari setiap orang yang ditemui.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 27 Maret 2022 | 22:06 WIB
Jelang Ramadhan, Warga Bustaman Semarang Gelar Tradisi Gebyuran
Warga basah guyup mengikuti prosesi Gebyuran. [Suara.com/Anin Kartika]

"Istilahnya penyucian, dengan badan basah dan diguyur air, kesalahan dan dosa ikut luntur. Tradisi ini juga menjadi kebanggaan warga," tambahnya.

Warga Bustaman lainnya, Endang (51) mengatakan tradisi tersebut memang ditunggu-tunggu masyarakat.

"Tradisi gebyuran sudah ada sejak lama di kampung ini, bahkan tak lengkap jika menyambut Ramadhan tak ada tradisi gebyuran," kata wanita paruh baya tersebut dengan kondisi basah kuyup. 

Sembari mengawasi kondisi sekitar dan waspada terhadap lemparan bungkusan air, Endang menyebutkan, warga menyambut suka cita tradisi tersebut.

Baca Juga:Warga Memadati Makam Gus Dur Jelang Ramadhan 1443 H

"Ya kami senang, tidak ada yang marah saat terkena lemparan bungkusan air. Dan semua warga Bustaman ikut dalam tumpah ruah tradisi ini," ucapnya.

Prosesi gebyuran berhenti tepat pukul 17.00 WIB ditandai dengan suara bedug, usai gebyuran acara dilanjutkan makan bersama warga dengan gule khas Bustaman. 

Kontributor : Aninda Putri Kartika

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini