facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Kampung Nelayan Tambakrejo Keluhkan Tumpukan Sampah Plastik

Ronald Seger Prabowo Rabu, 06 April 2022 | 21:20 WIB

Warga Kampung Nelayan Tambakrejo Keluhkan Tumpukan Sampah Plastik
Tumpukan sampah di ujung Kampung nelayan Tambakrejo, Semarang, Rabu (6/4/2022). [Suara.com/Anin Karika] 

Adanya sampah plastik dikhawatirkan akan menganggu aktivitas nelayan dan berdampak pada hasil tangkap.

SuaraJawaTengah.id - Sejumlah warga di Kampung  Nelayan Tambakrejo, Semarang mengeluhkan adanya tumpukan sampah plastik di ujung kampung tersebut. 

Marzuki, warga Tambakrejo mengungkapkan tumpukan sampah plastik di Kampung Tambakrejo, membuat warga khawatir lantaran mencemari lingkungan sekitar. 

"Sampah yang ada di ujung kampung itukan bukan dari sini ya dan itu kebanyakan sampah plastik," Marzuki kepada Suarajawatengah.id Rabu (06/04/22).

Marzuki mengatakan, mayoritas warga di Kampung Tambakrejo berprofesi sebagai nelayan, dengan adanya sampah plastik dikhawatirkan akan menganggu aktivitas nelayan dan berdampak pada hasil tangkap. 

Baca Juga: Meresahkan! Klitih Sudah sampai di Semarang, Videonya Viral Bikin Geram

"Sampah itukan ada dipinggiran, kalau waktu air laut pasang pasti terbawa ombak dan masuk ke laut," jelasnya.

Lebih lanjut, Marzuki membeberkan sampah plastik yang terlalu lama dibiarkan akan merusak ekosistem biota laut seperti ikan dan kerang. Saat ini, rusaknya ekosistem itu sudah terasa.

"Padahal kita hidupnya itu dari menangkap ikan dan tambak kerang," keluhnya. 

Selain di Kampung Tambakrejo, para nelayan juga mengeluh dengan banyaknya sampah yang ada di sepanjang Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

"Karena sampah itu, banyak perahu nelayan yang rusak," katanya. 

Baca Juga: Semarang Hari Ini Bakal Diguyur Hujan Ringan, Ini Penjelasan BMKG

Menanggapi hal itu, anggota Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah, Iqbal Alma mengatakan, warga sudah sering melakukan pembersihan. 

"Namun sampah-sampah tersebut terus berdatangan," paparnya. 

Jika dia lihat, sampah-sampah yang berada di sekitar permukiman warga dan sepanjang Sungai BKT memang didominasi oleh sampah-sampah plastik. 

"Volume sampah plastik akan semakin banyak ketika ada hujan karena sampah yang dari atas turun," imbuhnya.

Sebelumnya ramai diperbincangkan soal adanya Pulau Sampah, kini kampung tersebut juga diteror sampah plastik di dekat permukiman warga. 

Kontributor : Aninda Putri Kartika

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait