"Lebaran dua tahun terakhir nggak berani stok banyak. Sehari terjual 500 butir saja sudah untung. Kalau tahun ini katanya nanti di tol diberlakukan ganjil genap, jadi nanti ada yang lewat pantura. Makanya saya berani nyetok banyak. Tahun-tahun kemarin kan malah harus masuk tol, yang keluar paling pelanggan saja," tuturnya.
Selain menyiapkan stok lebih banyak dari biasanya, menjelang arus mudik, Dinah juga menaikan harga telur asin yang dijualnya. Kenaikan harga ini mengikuti harga bahan baku yang melonjak.
Dinah biasanya menjual telur asin rebus dengan harga Rp5.000 per butir dari biasanya Rp4.500 per butir. Sedangkan telur asin asap naik dari Rp5.000 menjadi Rp6 ribu per butir.
"Bahan bakunya naik semua sejak awal puasa, makanya harga mengikuti. Telur naik dari Rp2.200 jadi Rp2.700. Garam biasanya Rp8.000 sekarang Rp10.000. Harga dus untuk packing juga naik," ungkapnya.
Baca Juga:Sambut Arus Mudik Lebaran, Polresta Solo Siapkan Pos Vaksinasi di Sejumlah Titik
Bahan baku telur asin yang diproduksi Dinah selain dipasok dari peternak itik di Brebes, juga ada yang berasal dari Kabupaten Pemalang. "Bahan baku dari lokal karena kualitasnya lebih bagus," ujarnya.
Kontributor : F Firdaus