Pemkab Purbalingga Intensifkan Sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku

Langkah itu guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular itu di wilayah setempat.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 19 Mei 2022 | 20:56 WIB
Pemkab Purbalingga Intensifkan Sosialisasi Penyakit Mulut dan Kuku
Pemeriksaan hewan di Purbalingga. [ANTARA/HO-Humas Polres Purbalingga]

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Purbalingga terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada para peternak, pedagang ternak dan seluruh pihak terkait mengenai penyakit mulut dan kuku (PMK).

Langkah itu guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular itu di wilayah setempat.

"Sosialisasi dan edukasi bertujuan guna mengantisipasi penyebaran PMK pada ternak di wilayah Kabupaten Purbalingga," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melansir ANTARA, Kamis (19/5/2022).

Bupati mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai adanya sembilan ekor sapi di wilayah setempat yang terkonfirmasi positif terjangkit penyakit mulut dan kuku.

Baca Juga:Soal RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Menko PMK: Kalau Sudah Tidak Pandemi, Ya Ditutup

"Menurut laporan yang kami terima sudah ada sembilan ekor sapi yang positif terjangkit PMK, akan tetapi sudah tertangani dengan baik dengan tingkat kesembuhan hampir 50 persen," katanya.

Untuk pencegahan, kata dia, akan dibentuk satgas yang bertugas melakukan sosialisasi dan jemput bola ke kelompok peternak dan menindaklanjuti jika ada temuan hewan ternak dengan gejala PMK.

Bupati juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menutup pasar hewan yang ada di Purbalingga.

"Belum ada rencana menutup pasar hewan, baru akan membentuk satgas yang akan memonitor dan jemput bola ke kelompok-kelompok peternak untuk memastikan bahwa memang hewan-hewan ternak mereka sehat. Selain itu, tugas satgas juga melakukan pemeriksaan dan penyuluhan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Purbalingga Mukodam menambahkan pihaknya akan memperketat lalu lintas ternak dari luar daerah guna mengantisipasi meluasnya PMK di wilayah itu.

Baca Juga:Sebanyak 17 Ribu Calon Jemaah Haji Indonesia Bermasalah Secara Administrasi

"Lalu lintas ternak kami perketat, dari luar daerah sudah dilarang masuk, termasuk ternak dari dalam juga dilarang ke luar jika kondisinya belum dipastikan sehat. Sedangkan untuk ternak yang sudah pasti sehat, itu diperbolehkan," katanya.

Sementara itu, akademisi dari Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Juni Sumarmono, PhD mengingatkan perlunya biosekuriti yang ketat guna mencegah meluasnya penyakit mulut dan kuku.

Dia menambahkan semua pihak juga perlu bergerak cepat mengambil tindakan untuk mencegah meluasnya PMK.

"Indonesia sudah pernah dinyatakan bebas PMK dan saat ini muncul lagi kasusnya. Jika nantinya meluas perlu waktu yang lama dan biaya besar untuk menanganinya," katanya.

Juni juga mengatakan masyarakat dapat berpartisipasi dengan melaporkan kasus PMK pada hewan yang dimiliki, membakar sisa-sisa hewan yang terinfeksi dan tidak membawa hewan terinfeksi ke daerah lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak