facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pabrik Pengolahan Makanan Ringan di Klaten Terbakar Hebat, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Ronald Seger Prabowo Sabtu, 28 Mei 2022 | 22:15 WIB

Pabrik Pengolahan Makanan Ringan di Klaten Terbakar Hebat, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
Kebakaran pabrik pengolahan makanan ringan di Klaten. [Timlo.net/tangkapan layar]

Api berasal dari tungku penggorengan yang terbakar dan semakin membesar.

SuaraJawaTengah.id - Kebakaran hebat melanda pabrik pembuatan makanan ringan di Desa Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah terbakar, Sabtu (28/5/2022) siang.

Melansir Timlo.net--jaringan Suara.com, peristiwa itu terjadi pukul 13.30 WIB. Kejadian bermula saat seorang karyawan menggoreng kerupuk.

Api berasal dari tungku penggorengan yang terbakar dan semakin membesar. 

Tiba-tiba muncul yang besar di sekitar tungku penggorengan. Dibantu karyawan lain, mereka berupaya memadamkan api. Namun api justru semakin membesar.

Baca Juga: Toko Pakaian di Mega Mall Bengkulu Kebakaran, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah

Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Klaten, Sumino mengatakan, mendapat laporan adanya kebakaran itu, pihaknya mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

“Sebanyak 12 personel dan empat unit mobil pemadam kita kerahkan ke lokasi,” ungkapnya.

Setelah berjibaku selama dua jam, api berhasil dipadamkan. Ia mengatakan, kerugian materiil pihaknya belum bisa memperkirakan secara pasti.

“Kerugian belum bisa memperkirakan. Kemungkinan sampai ratusan juta, karena bangunan sudah 90 persen terbakar semua,” lanjutnya.

Kapolsek Klaten Kota, AKP Noach Hendri Daud Dwaa mengatakan pemilik tempat usaha makanan ringan, Andi Irawan (36), Warga Desa Karanganon, Kecamatan Klaten Utara.

Baca Juga: Aksi Sigap Satpam Bank Padamkan Motor Nasabah Mendadak Terbakar Tuai Pujian

“Awal mula kobaran api muncul di bagian dapur dan menyambar ke atap dan bahan baku makanan ringan yang ada di sekitar tempat tersebut,” jelasnya.

Kapolsek menyebut, tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Namun tempat produksi ludes terbakar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait