TWC Tanggapi Protes Pedagang Asongan Candi Borobudur: Mereka Sudah Punya Lapak Tapi Dijual

TWC menanggapi aduan para pedagang asongan yang dilarang berjualan di dalam kompleks Candi Borobudur

Budi Arista Romadhoni
Senin, 13 Juni 2022 | 17:59 WIB
TWC Tanggapi Protes Pedagang Asongan Candi Borobudur: Mereka Sudah Punya Lapak Tapi Dijual
Pedagang asongan menawarkan dagangan di area parkir kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Senin (13/6/2022). [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Seperti diberitakan sebelumnya, komunitas pedagang asongan memprotes keputusan PT TWC melarang mereka berjualan di dalam kompleks Candi Borobudur.

Sebelum pandemi, mereka diberi keleluasaan untuk menjajakan asongan di depan Museum Karmawibangga. Setelah situasi kembali normal, manajemen melarang mereka berjualan di tempat semula.

"Kami berharap (semula) setelah Covid berlalu dan Borobudur dibuka. Kenyataan setelah dibuka, kami tidak dikasih peluang. Tidak dikasih tempat seperti dulu kami kerja atau berjualan," kata pedagang asongan, Kodiran.

Menurut Kodiran, selama berjualan di dalam candi para pengasong manut dengan aturan pengelola. Mereka bersedia ditata selama masih boleh berjualan di dalam kompleks Candi Borobudur.

Baca Juga:3 Poin Alasan Ganjar Pranowo dan Luhut Tunda Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur

Dia juga mempertayakan kebijakan TWC yang dinilai ambigu. Di satu sisi melarang asongan berjualan di dalam kompleks, tapi disisi lain menggantinya dengan stan-stan dagang milik pengelola.

"Bisa langsung lihat sendiri ke Taman Wisata Candi. Ada jualan minuman. Teman kami bawa 10 (botol) minuman dikejar-kejar sampai luar. Diancam dan ditakut-takuti. Keadilan dimana?"

Caption: Pedagang asongan menawarkan dagangan di area parkir kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Senin (13/6/2022). (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi).

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Baca Juga:Sandiaga Uno Nyatakan Tunda Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini