facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Hanya Fokus ke Sekolah Negeri, Legislatif Minta Pemprov Jateng Juga Perhatikan Sarana Prasarana SMK Swasta

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:58 WIB

Tak Hanya Fokus ke Sekolah Negeri, Legislatif Minta Pemprov Jateng Juga Perhatikan Sarana Prasarana SMK Swasta
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman [ANTARA/HO-DPRD Jateng]

Legislatif meminta Pemprov Jateng ikut memperhatikan sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan atau SMK swasta

SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sukirman meminta Pemerintah Provinsi Jateng ikut memperhatikan sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta yang tersebar di 35 kabupaten/kota guna mengantisipasi terjadinya kesenjangan.

"Pemerintah perlu memperhatikan sarana dan prasarana SMK swasta, sehingga tidak ada kesenjangan yang lebar. Intinya, semua harus bisa mendapatkan pendidikan yang layak," kata Sukirman dikutip dari ANTARA di Semarang, Jumat (17/6/2022).

Ia menyebut lulusan siswa tingkat SMP sederajat pada tahun ini tercatat 522.295 orang, sedangkan ketersediaan SMA/SMK negeri hanya 595 sekolah atau hanya mampu menampung 217.781 siswa.

"Artinya masih ada dua ratusan ribu lebih yang bakal tidak akan bisa masuk ke SMA/SMK negeri. Akhirnya banyak juga yang masuk ke sekolah-sekolah swasta, termasuk SMK-nya," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Baca Juga: Viral Video Ibu Menangis Histeris Cari Anaknya Hanyut di Sungai Padang: Ikhsan Pulanglah, Mama Sudah Ikhlas

Agar sama-sama mendapatkan pendidikan yang layak, lanjut Sukirman, maka sekolah swasta juga harus diperhatikan dan tidak boleh diabaikan.

"Karena nanti yang akan mendulang hasil, utamanya sumber daya manusia, juga Provinsi Jawa Tengah sendiri," katanya.

Menurut dia, hingga kini masih ada SMK yang terkendala minimnya sarana pasarana untuk menunjang praktik, sehingga Pemprov Jateng harus memperhatikan persoalan tersebut.

"Masih ada pekerjaan rumah bagi Pemprov Jateng untuk menangani persoalan sarana dan prasarana yang seringkali menjadi problem sekolah," ujar legislator yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Jateng ini.

Sukirman mencontohkan pada reses di Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu, di SMK Ma’arif NU Doro itu dibuka tiga jurusan, yakni perbengkelan motor, administrasi dan keuangan kantor dan komputer.

Baca Juga: 1 Pelajar SMK Hanyut di Padang Belum Ditemukan, Pencarian Hari ke-4 Diperluas ke Muara Sungai

Namun sarana dan prasarananya masih sedikit, seperti jurusan perbengkelan tidak memiliki motor sebagai bagian dari praktik, jurusan komputer mengalami kekurangan komputer di beberapa laboratoriumnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait