Soufi menjelaskan, pemakaian alatnya itu tidak pakai password atau kode-kode. Konsepnya itu seperti telpon umum koin zaman dulu, jadi mempermudah pemakaiannya.
Ia pun mengkonsep koin yang bisa dimasukan itu uang koin Rp 500 warna putih. Itu durasi waktunya 30 menit dengan kecepatan 3 Mbps untuk download dan upload.
Kalau koin Rp 1.000 itu buat durasi 1 jam untuk download dan upload.
"Saya tidak mengambil keuntungan yang banyak. Karena ini untuk warga yang membutuhkan, bentuk pengabdian saya juga di lingkungan warga," sambungnya.
Baca Juga:Empat Trik Atasi Internet Lemot di HP
Alatnya itu berbentuk box kotak dengan ukuran sekitar 40 x 30 centimeter (cm). Untuk ketebalannya sekitar 25 cm, dan itu sudah termasuk koin akseptornya. Itu untuk mendeteksi koin yang dimasukan, jadi bisa langsung mengetahui koin yang dimasukan itu Rp 500 atau Rp 1.000.
"Alatnya tidak terlalu besar. Orang-orang tua pasti akan tahu cara kerja telpon umum koin, jadi modelnya seperti itu," ucap dia.
Cara pemakaiannya itu dari HP menyambungkan dan mengkoneksikan nama Wife-nya dulu. Terus akan muncul halaman login, kemudian tinggal dipilih masukan koin.
Kalau sudah diklik masuk koin, nanti muncul hitungan mundur 30 detik buat durasi memasukan koin. Kalau sudah memasukan akan muncul total durasi yang didapat sesuai uang yang dimasukan.
"Kalua sudah pencet selesai. Nanti otomatis warga bisa menikmati layanan internet. Kalau ada yang bingung kita pandu," imbuhnya.
Baca Juga:4 Cara Atasi Internet Lemot di Ponsel, Yuk Dicoba
Soufi mengatakan, alat internet koin dipasang di halaman rumah biar warga yang ingin memakai lebih mudah. Hampir setiap hari pasti ramai warga di rumahnya yang menikmati akses internet.