facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Evaluasi H-1 Tahapan Akhir PPDB Jateng, Ini Temuan Ganjar Soal Isu Hacker

Budi Arista Romadhoni Rabu, 06 Juli 2022 | 16:29 WIB

Evaluasi H-1 Tahapan Akhir PPDB Jateng, Ini Temuan Ganjar Soal Isu Hacker
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Dok Pemprov Jateng]

Ganjar menjelaskan beberapa temuan terkait permasalahan dan laporan yang muncul dari orang tua serta Calon Peserta Didik (CPD). Salah satunya isu hacker

SuaraJawaTengah.id - Proses pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Tengah tahun ajaran 2022/2023 segera berakhir. Kamis (7/7/2022) adalah hari terakhir pendaftaran ulang bagi siswa yang dinyatakan lulus.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, sampai saat ini evaluasi terus dilakukan. Hasilnya beberapa temuan terkait permasalahan dan laporan yang muncul dari orang tua serta Calon Peserta Didik (CPD). Salah satunya isu hacker.

"Setelah kita klarifikasi ternyata bukan hacker. Tapi ada satu sekolah yang passwordnya dibuatin sama semua," ujar Ganjar usai menerima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di kantornya, Rabu (6/7/2022).

Cara tersebut, dipilih oleh sejumlah sekolah untuk memudahkan orangtua dan CPD saat aktivasi akun. Hanya saja, pemilik akun sebenarnya atau CPD tidak langsung mengubah password.

Baca Juga: Ribuan Siswa di Kota Cimahi Tak Lolos SMP Negeri Tahun ini, Kadisdik Ungkap Hal Ini

Akibatnya, lanjut Ganjar, ada oknum yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk masuk ke akun CPD lain dan mengubah data yang telah dimasukkan.

"Ini ada data dari telkom yang membantu kita, ternyata bisa kita trace dan dipastikan ternyata tidak ada hack tapi karena passwordnya ketahuan," tegasnya.

Evaluasi lain terkait kuota kosong di beberapa sekolah. Untuk temuan ini, Ganjar mengatakan akan menunggu sampai akhir proses PPDB yakni hari terakhir pendaftaran ulang pada Kamis (7/7).

"Kita tunggu sampai besok apakah akan full mereka bisa masuk ke pendaftaran ulang, kalau tidak ada yang masuk ya saya sarankan diisi," ujarnya.

Hasil pemetaan, kata Ganjar, masih banyak siswa kurang mampu yang belum mendapat sekolah. Opsinya, mereka akan diprioritaskan untuk mengisi kekosongan kuota tersebut.

Baca Juga: Ganjar Berpesan ke ASN untuk Jauhi Korupsi dan Harus Punya Inovasi

Selain itu, dua sistem yang direncanakan sebagai solusi juga terus dimatangkan. Yakni menambah sekolah atau mengubah garis zonasi. Untuk itu, Ganjar meminta call center tetap aktif untuk menanggapi dan menjelaskan keluhan dari CPD.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait