facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soal Kriteria Konsumen Penerima Subsidi BBM, Pengamat Minta Pertamina Pastikan Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat

Budi Arista Romadhoni Kamis, 07 Juli 2022 | 11:51 WIB

Soal Kriteria Konsumen Penerima Subsidi BBM, Pengamat Minta Pertamina Pastikan Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat
Petugas melayani pendaftaran warga untuk membeli solar dan pertalite di SPBU Giwangan, Yogyakarta, Jumat (1/7/2022). Uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi termasuk Pertalite akan diberlakukan secara terbatas bagi pengguna yang sudah terdaftar pada sistem MyPertamina di 11 daerah salah satunya kota Yogyakarta. [ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU]

Penetapan kriteria konsumen penerima subsidi BBM bersubsidi baik pertalitemaupun solar harus dipastikan memenuhi rasa keadilan masyarakat

SuaraJawaTengah.id - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyatakan, penetapan kriteria konsumen penerima subsidi BBM bersubsidi baik pertalite maupun solar harus dipastikan memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Jangan sampai karena kriterianya tidak tepat yang seharusnya tidak berhak (mendapat subsidi BBM) justru menjadi berhak," kata Fahmy dikutip dari ANTARA di Yogyakarta, Rabu (7/7/2022).

Fahmy menilai wacana pengecualian subsidi BBM bagi mobil 2.000 cc ke atas tidak menjamin pembatasan itu tepat sasaran.

Sebab, menurut dia, tidak sedikit kendaraan roda empat 2.000 cc yang harganya murah lantaran berusia tua.

Baca Juga: Per 1 Juli, Aplikasi MyPertamina Diujicobakan Jadi Syarat Beli BBM Bersubsidi

"Kalau seperti itu, itu kan banyak juga pemilik mobil tua 2.000 cc ke atas yang harganya murah. Pemiliknya seharusnya berhak memperoleh subsidi, tetapi karena mobil yang dimiliki 2.000 cc ke atas maka dia tidak memperoleh subsidi," kata dia.

Sebaliknya, kata dia, pemilik mobil mewah justru menjadi berhak karena kapasitas mobilnya 1.500 cc.

Karena itu, kriteria konsumen yang berhak menerima subsidi BBM perlu dimatangkan kembali selama masa uji coba penggunaan MyPertamina.

Ia menyadari bahwa pembelian BBM bersubsidi perlu dibatasi mengingat beban APBN untuk subsidi BBM sangat besar atau mencapai sekitar Rp502,4 triliun.

Sementara berdasarkan data PT Pertamina, 60 persen penyaluran subsidi BBM tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Jika Tak Ada Subsidi Harga BBM Sudah Dua Kali Lipat Naik

"Kita semua sepakat bahwa beban APBN untuk subsidi dan kompensasi sudah sangat besar sekitar Rp502,4 triliun sehingga harus dibatasi," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait