Tokoh Reformasi Budiman Sudjatmiko Sebit HUT Ke-77 RI Momentum Kejar Ketertinggalan di Bidang Teknologi Informasi

Budiman mengatakan pemerintah harus sadar dan tahu bahwa siapa yang menguasai data, itulah yang akan menjadi pemenang.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 04 Agustus 2022 | 21:23 WIB
Tokoh Reformasi Budiman Sudjatmiko Sebit HUT Ke-77 RI Momentum Kejar Ketertinggalan di Bidang Teknologi Informasi
Tokoh reformasi Budiman Sudjatmiko. [ANTARA/Sumarwoto]

Oleh karena itu, kata dia lagi, peserta didik perlu berpikir kritis dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia terutama dalam proses demokrasi.

Lebih lanjut, Budiman mengatakan ledakan virus membuat bangsa Indonesia harus hidup lebih sehat melalui pembangunan kesehatan yang berkaitan juga dengan sumber daya manusia, yaitu ketahanan fisiknya agar lebih sehat menghadapi virus maupun kesehatan mentalnya.

Pembangunan kesehatan juga berkaitan dengan upaya menjadikan manusia produktif yang sehat jasmani dan rohani.

"Pendidikan adalah membangun kesehatan rohani warga negara, kesehatan adalah membangun kesehatan jasmani. Ini penting banget karena dalam menghadapi ledakan pengetahuan dan ledakan virus, kita ditantang untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh," katanya menegaskan.

Baca Juga:Eva Dwiana Perbolehkan Warga Gelar Lomba 17 Agustus, Syaratnya Tetap Patuhi Prokes

Sementara untuk ledakan mesiu atau perang yang melibatkan negara besar, Budiman mengatakan hal itu berdampak global, karena berpotensi mengakibatkan krisis pangan maupun energi global, sehingga lebih dari 40 negara terancam krisis pangan.

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati darat dan laut terkaya nomor satu di dunia.

"Itu sumber pangan, sementara dunia akan menghadapi krisis pangan akibat perang ini, krisis ekonomi juga. Karenanya ledakan mesiu akibat perang antara Rusia dan Ukraina serta ketegangan di Taiwan, harus diantisipasi," katanya lagi.

Menurut dia, pemenang dari konflik keras tersebut nantinya akan ikut menentukan bagaimana dunia ditata ulang.

"Kita tahu bahwa setiap 25 tahun sekali, terutama setelah Perang Dunia Kedua, dunia itu gantian 'kurikulum'. Pada 25 tahun pertama dari 1945 sampai 1970 dunia itu mencari-cari sumber daya mineral, sumber daya alam untuk tambang," ujar dia.

Baca Juga:8 Aturan HUT ke-77 RI di Bandung, Nomor 5 Harus Berdiri Tegap Saat Lagu Indonesia Raya

Oleh karena itu, katanya lagi, berbagai kudeta maupun konflik politik serta perang saudara yang terjadi selama 1945-1970 kebanyakan diakibatkan oleh konflik-konflik pertambangan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini