Pelaku, Dirto mengaku hanya berniat melukai sang kakak saat menembak menggunakan senapan angin. "Tapi kebablasan. Gimana ya, namanya perintah orang tua dan saya juga kasihan sama orang tua karena sering dibuat susah," tuturnya.
Saat malam kejadian, Dirto mendatangi rumah yang ditinggal kakaknya menggunakan sepeda motor. Kondisi lingkungan yang sepi, membuat kedatangannya tak diketahui warga. Dia kemudian masuk melalui pintu belakang.
"Pas saya masuk, dia sedang main HP. Sempat tanya kabar dan ditawari kopi. Saya bilang enggak. Pas dia balik badan mau ke kamar, saya tembak. Setelah itu saya langsung kabur," ungkapnya.
Sementara itu Tarwad mengatakan, kesabarannya sudah habis dalam menghadapi kelakuan korban yang merupakan anak pertamanya. Beberaoa kelakuannya yang membuat kesal, yakni kerap meminta uang dan dibelikan barang, seperti sepeda motor.
Baca Juga:Penembakan Berdarah di Tegal, Korban Sehari-hari Jualan Nasi Goreng, Pelaku Jualan Ketoprak
"Sudah dari umur 10 tahun, paling berat mulai umur 20 tahun. Sudah tiga motor yang minta dibelikan, semuanya habis dijual. Dimodali untuk usaha nasi goreng tidak jalan. Kalau tidak dikasih ngamuk. Anak ini sudah kelewatan. Saya kurang sabar apa. Saya nangis," katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga Kabupaten Tegal tewas diduga ditembak oleh adiknya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi Selasa (30/8/2022) malam di Desa Pedeselohor, Kecamatan Adiwerna.
Kejadian itu diketahui oleh warga saat korban, yakni Casbari (40) keluar dari rumahnya dan meminta tolong dengan kondisi kepala terluka dan bersimbah darah. Saat itu, dia mengaku baru saja ditembak oleh adiknya, Dirto.
Korban sempat dibawa ke Klinik Aisyah, Desa Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna, namun tak bisa ditangani karena lukanya parah. Korban kemudian dirujuk ke RSI PKU Muhammadiyah, Adiwerna. Sempat dirawat, nyawanya tak teselamatkan.
Kontributor : F Firdaus
Baca Juga:Video Animasi Rekonstruksi Penembakan Brigadir J Versi Polri