Harga BBM Naik, Puluhan Angkutan Umum di Tegal Mogok Beroperasi, Sopir: Kami Sangat Keberatan

Puluhan sopir angkutan umum di Tegal melakukan mogok beroperasi memprotes kenaikan harga BBM, Senin (5/9/2022). Mereka menuntut adanya kenaikan tarif

Budi Arista Romadhoni
Senin, 05 September 2022 | 13:45 WIB
Harga BBM Naik, Puluhan Angkutan Umum di Tegal Mogok Beroperasi, Sopir: Kami Sangat Keberatan
Angkutan umum mikro bus jurusan Tegal-Pemalang mogok beroperasi di kawasan LIK, Kabupaten Tegal, Senin (5/9/2022). [Suara.com/F Firdaus]

SuaraJawaTengah.id - ‎Puluhan sopir angkutan umum di Tegal melakukan mogok beroperasi memprotes kenaikan harga BBM, Senin (5/9/2022). Mereka menuntut adanya kenaikan tarif.

Aksi mogok tersebut dilakukan di kawasan Lingkungan Industri Kecil‎ (LIK) Takaru, Kramat, Kabupaten Tegal Senin pagi. Angkutan umum yang mogok merupakan mikro bus atau Elf jurusan Tegal-Pemalang.

Para sopir kompak tak mengangkut penumpang dan hanya memarkir angkutan umumnya di kawasan LIK. ‎Mereka menuntut adanya penyesuaian tarif agar mereka bisa tetap beroperasi.

Salah satu sopir angkutan umum, Agus Budiman mengatakan, aksi mogok dilakukan sebagai bentuk protes kenaikan harga BBM. "Kami sangat keberataan dengan adanya kenaikan harga BBM," katanya.

Baca Juga:Stok Revvo 89 di Tiga SPBU Vivo Bekasi Kosong, Warga Hanya Bisa Pasrah: Terpaksa Kembali ke Pertalite

Menurut Agus, kenaikan harga BBM sangat memberatkan karena sebelumnya pihaknya sudah dirugikan dengan banyaknya angkutan umum ilegal yang beroperasi.‎

"Mereka-mereka yang ilegal, tanpa surat-surat, tidak ada ijin trayek kok beroperasi, sedangkan kami surat-suratnya komplit, ada wadahnya. Kami dirugikan," ‎ kata dia.

Agus menyebut ada ‎sekitar 70 hingga 80 mikro bus trayek Tegal-Pemalang yang memutuskan untuk mogok beroperasi. "Kami hari ini nggak beroperasi," tandasnya.

Selain mogok beroperasi, para sopir angkutan umum juga berencana mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kota Tegal untuk berdemonstrasi. Namun hal itu urung ‎dilakukan setelah pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tegal mendatangi lokasi mogok.

Para sopir angkutan umum yang mogok kemudian mendapatkan solusi terkait tuntutan mereka, yakni kenaikan tarif dari Organda. "‎Kami sudah mendapat solusi dari Organda, untuk penarifan jangan terlalu tinggi,‎ biar aktivitas kami berjalan,‎" ujar Agus.

Baca Juga:Daftar 10 Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia, Indonesia Termasuk?

Sesuai kesepakatan sopir dan Organda, tarif untuk pelajar naik dari semula Rp1.000 menjadi Rp3.000. Sedangkan non pelajar, naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000, serta dari Rp5.000 menjadi Rp7.000.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini