Benarkah Nonton Film Horor Bisa Membuat Kalori Terbakar? Ini Penjelasan Dokter

Adegan-adegan menegangkan ditambah dengan audio mencekam membuat jantung berdebar lebih cepat ketika Anda menonton film horor. Banyak anggapan hal itu bisa membakar kalori

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 08 Oktober 2022 | 13:40 WIB
Benarkah Nonton Film Horor Bisa Membuat Kalori Terbakar? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi bioskop. Adegan-adegan menegangkan ditambah dengan audio mencekam membuat jantung berdebar lebih cepat ketika Anda menonton film horor. Banyak anggapan hal itu bisa membakar kalori. [Unsplash]

SuaraJawaTengah.id - Adegan-adegan menegangkan ditambah dengan audio mencekam membuat jantung berdebar lebih cepat ketika Anda menonton film horor. Namun, apakah jantung yang berdebar lebih cepat saat menonton tayangan menyeramkan bisa membuat kalori yang terbakar lebih banyak?

Dokter jantung dr. Azlan Sain, Sp.JP mengatakan anggapan itu tidak tepat.

"Pernah ada beberapa studi yang menyimpulkan demikian, namun tidak bisa dijadikan patokan karena studi tersebut menggunakan jumlah sampel yang sangat sedikit," kata Azlan dikutip dari ANTARA pada Sabtu (8/10/2022).

Dokter yang praktik di Klinik Jantung Hasna Medika Indramayu itu mengatakan anggapan itu mencuat karena ada pendapat bahwa terjadi pelepasan adrenalin, akibat rasa takut, yang bekerja cepat akibat menyaksikan film horor.

Baca Juga:Datang Tak Dijemput Pulang Tak Diantar, Ini Daftar Film Horor yang Bercerita Tentang Jailangkung

Adrenalin dapat menurunkan nafsu makan, meningkatkan tingkat metabolisme basal dan akhirnya membakar tingkat kalori yang lebih tinggi.

"Namun, karena jumlah sampel yang sangat sedikit dan studinya adalah studi dengan populasi yang sangat kecil, maka hasil dari studi ini pun tidak bisa dijadikan patokan," jelas dokter dari FKUI ini.

Azlan mengatakan bila ingin sehat dan terlindung dari risiko penyakit jantung, sebaiknya jaga diet seimbang, berpuasa serta olahraga secara teratur.

Olahraga aerobik yang biasanya dilakukan dalam intensitas rendah dalam durasi lama bisa dilakukan untuk mencegah serangan jantung.

Olahraga aerobik dilakukan dengan gerakan berulang-ulang, intensitas ringan, dan waktu melakukannya panjang atau berkelanjutan. Selain berjalan cepat, bersepeda dan berenang, olahraga yang bisa dilakukan meliputi lari santai atau jogging hingga lari dalam intensitas sedang.

Baca Juga:Film Horor Rekomendasi Vidi Aldiano, Sinopsis Bisikan Jenazah

Olahraga aerobik bisa dilakukan secara rutin tiga hingga lima kali setiap pekan. Durasi olahraga setiap pekan yang dianjurkan adalah 150 menit, bila olahraga dijadwalkan lima hari dalam sepekan, maka durasi per hari adalah 30 menit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak