Benarkah Sinar Ultraviolet dari Matahari lebih Berbahaya daripada Sinar Biru yang Dihasilkan Gadget?

Dibandingkan sinar biru yang dihasilkan gadget, sinar ultraviolet dari matahari lebih berbahaya untuk kesehatan mata

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 05 November 2022 | 19:20 WIB
Benarkah Sinar Ultraviolet dari Matahari lebih Berbahaya daripada Sinar Biru yang Dihasilkan Gadget?
Ilustrasi sinar matahari. Dibandingkan sinar biru yang dihasilkan gadget, sinar ultraviolet dari matahari lebih berbahaya untuk kesehatan mata. (shutterstock)

"Pastikan kacamata mengandung itu. Karena kacamata hitam walau mahal, kalau nggak ada uv protectionnya justru lebih bahaya. Karena ketika matanya gelap pakai kacamata, pupil akan melebar. Begitu lebar, sinar matahari bisa lebih banyak masuk ke dalam mata. Jadi memang harus ada tamengnya. Bisa dicek ke optik ada uv protectionnya nggak," imbuhnya.

Terakhir, jika melakukan pekerjaan yang mengharuskan untuk menggunakan gadget dalam waktu yang lama, lakukanlah metode 20-20-20.

Tetapi jika tak bisa menerapkan metode tersebut, masyarakat dapat mengistirahatkan mata setiap 2 jam sekali saat menggunakan gadget.

"Ada aturan 20-20-20. 20 menit di depan komputer. Istirahat 20 detik melihat jarak 20 kaki atau 6 meter. Tapi istirahatnya jangan liat TikTok," papar Ferdiriva.

Baca Juga:Fenomena Myopia Booming yang Kurang Disadari oleh Masyarakat Indonesia

"Di era digital, itu pastinya kita nggak akan bisa lepas dari gadget. Jaga baik-baik saja dengan istirahat. Pahami kalau mata sudah capek. Kalau nggak bisa 20-20-20, setiap 2 jam istirahat 15 menit," tutupnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini