Stunting Masih Menjadi Persoalan di Jateng, Legislatif Minta Pemerintah Provinsi Serius Cari Solusi

Persoalan stunting, atau gizi buruk pada anak menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, upaya pengentasan kasus stunting harus terus digenjot

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 23 Februari 2023 | 14:23 WIB
Stunting Masih Menjadi Persoalan di Jateng, Legislatif Minta Pemerintah Provinsi Serius Cari Solusi
Persoalan stunting, atau gizi buruk pada anak menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, upaya pengentasan kasus stunting harus terus digenjot. [Istimewa]

SuaraJawaTengah.id - Persoalan stunting, atau gizi buruk pada anak menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko. Menurutnya, upaya pengentasan kasus stunting harus terus digenjot Pemprov Jateng, hingga bisa merealisasikan target penurunan hingga 14 persen pada tahun 2024, sesuai target pemerintah pusat.

Diketahui pada tahun 2022 lalu, angka stunting di Jateng sendiri sesuai data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) masih di angka 20 persen.

Heri Londo, sapaan akrab Heri Pudyatmoko meminta Pemprov Jateng menggencarkan berbagai program untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting secara masif.

Menurutnya, stunting tidak hanya terkait kesehatan dan asupan gizi pada anak saja, tetapi juga bisa dipengaruhi banyak faktor seperti kesehatan lingkungan, ekonomi masyarakat, pendidikan, dan beberapa faktor lain termasuk kesadaran orang tua. Kasus stunting di Jawa Tengah sendiri banyak ditemukan di daerah dengan kemiskinan tinggi dan tingkat pendidikan yang rendah.

Baca Juga:Cara Ganjar Pranowo Percepat Penurunan Kemiskinan di Jateng, Melalui Ceting Ketan dan Serat Kartini

"Maka segala cara harus dilakukan karena saling berkait. Baik sosialisasi dan penyadaran masyarakat, pengentasan kemiskinan, kesehatan lingkungan seperti sanitasi, serta pencegahan perkawinan dini. Tidak semata-mata bantuan pemenuhan gizi saja, karena faktor lain juga mempengaruhi," tegas politisi Partai Gerindra ini dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis (23/2/2023).

Ditekankan, persoalan stunting ini sangatlah penting, karena berkaitan dengan generasi penerus bangsa. Stunting sendiri adalah kondisi yang diakibatkan kurangnya asupan gizi yang diberikan pada anak di usia awal kehidupan hingga waktu yang panjang.

Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Stunting dan permasalahan kekurangan gizi lain yang terjadi pada balita erat kaitannya dengan kemiskinan. Stunting umumnya terjadi akibat balita kekurangan asupan penting seperti protein hewani dan nabati dan juga zat besi. Pada daerah-daerah dengan kemiskinan tinggi, seringkali ditemukan balita kekurangan gizi akibat ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan primer rumah tangga.

"Mencapai target penurunan stunting sebesar 14% pada 2024, bukan hal yang mudah. Perlu upaya semua pihak. Angka (stunting) nasional di angka 24,4%, sedangkan (angka stunting) Jawa Tengah pada tahun 2022 lalu di angka 20,9%. Jadi perlu upaya serius dalam mengatasi masalah ini," tegasnya.

Baca Juga:Deretan PR Jokowi Jelang Akhir Jabatan 2024: Kemiskinan Ekstrem sampai Stunting

Turun Banyak

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini