Rizki dan Shifa diterima masuk SD Negeri Bulurejo tahun ajaran 2021-2022. Angkatan pertama yang kembali membaui kapur tulis, setelah 2 tahun sekolah diselenggarakan jarak jauh akibat Covid.
Pihak sekolah semula mengira jumlah siswa menyusut ekstrem karena orang tua masih takut menyekolahkan anak seusai pandemi.
Tapi kenyataanya pada tahun ajaran berikutnya, jumlah siswa yang mendaftar ke SD Negeri Bulurejo tidak bertambah signifikan. Tahun ajaran 2022-2023, sekolah hanya menerima 8 siswa baru kelas I.
Kepala SD Negeri Bulurejo, Sri Hartini mengatakan jumlah murid di sekolahnya hanya 60 anak. Rata-rata kelas (kecuali kelas II) diduduki oleh 10 orang siswa.
Baca Juga:Hari Pendidikan Nasional 2023, Bupati Purwakarta Bagi-bagi Motor Trail dan Laptop Untuk Ini
Idealnya satu kelas tingkat sekolah dasar diduduki oleh 28 orang murid. Itu berarti jumlah siswa per kelas di SD Negeri Bulurejo, kurang dari separo jumlah seharusnya.
Hartini menyebut beberapa hal yang menyebabkan sekolahnya kurang dimintai warga sekitar.
“Kendalanya, orang tua yang tidak bisa antar-jemput memilih anaknya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif yang tidak menyebrang jalan. Yang bisa antar-jemput anak, anaknya disekolahkan di Kota Magelang.”
Desa Bulurejo berada di wilayah perbatasan Kabupaten Magelang dengan Kota. Warga perbatasan biasanya lebih memilih menyekolahkan anaknya ke Kota Magelang.
Orang tua meyakini, kualitas pendidikan di Kota Magelang lebih baik. Fasilitas sekolah di kota tetangga juga dianggap lebih bagus.
Baca Juga:Hari Pendidikan Nasional 2023, Bupati Purwakarta Bilang Begini
Fasilitas Kedodoran