Tangisan Seorang Ibu, Anaknya Jadi Korban Penganiyaan di PIP Semarang, Bagian Kepala Dipukuli Berkali-kali

Seorang ibu menangis setelah mengetahui anaknya (MGG) sering dipukuli saat mengenyam pendidikan di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 15 Juni 2023 | 08:31 WIB
Tangisan Seorang Ibu, Anaknya Jadi Korban Penganiyaan di PIP Semarang, Bagian Kepala Dipukuli Berkali-kali
Ilustrasi penganiayaan (Shutterstock).

Radit juga sempat kecewa dengan janji Kepala BPSDM yang bakal memberi jaminan serta memindahkan MGG ke Sekolah Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

Tujuan hal tersebut tidak lain untuk lebih memudahkan pengawasan orang tua. Karena kebetulan MGG berdomisili di Jakarta.

"Mereka ingkar. Bukannya menindaklanjuti janji. Malah mereka meminta korban untuk kembali ke asrama. Saat korban saya tarik dan cuti di rumah bulan November lalu," tuturnya.

"Karena terpaksa ada ancaman hak pendidikan korban dicabut. Korban akhirnya kembali di bulan Mei lalu. Tapi bukannya ada perbaikan. Korban malah disalahkan dan diintimidasi oleh teman angkatan, senior, staf dan pengajar disana," lanjut Radit.

Baca Juga:Pilu! Remaja di Jaksel Diduga Dianiaya dan Disekap usai Tabrakan dengan Keluarga Perwira Polisi

Radit kembali geleng-geleng kepala, ketika MGG dapat perlakuan tidak mengenakan lagi. Dalam pengakuannya, pada hari Selasa (13/6) malam, MGG mendapat tendangan bagian kaki ketika mengikuti seleksi marching band.

"Selama menangani kasus MGG seperti tidak ada perubahan berarti dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Semua sekolah kedinasan mending pindahkan saja tanggungjawabnya ke Kemendikbud," tutup Radit penuh dengan kekecewaan.

Kontributor: Ikhsan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini