Penyelesaian Masalah Stunting di Jateng, Butuh Penanganan Dari Hulu Hingga Hilir

Dalam upaya menekan angka stunting di Jawa Tengah, diperlukan upaya atau program yang tersusun dari hulu hingga hilir.

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 13 Juli 2023 | 08:29 WIB
Penyelesaian Masalah Stunting di Jateng, Butuh Penanganan Dari Hulu Hingga Hilir
Ilustrasi stunting. Dalam upaya menekan angka stunting di Jawa Tengah, diperlukan upaya atau program yang tersusun dari hulu hingga hilir. (skalekar1992/Pixabay)

SuaraJawaTengah.id - Dalam upaya menekan angka stunting di Jawa Tengah, diperlukan upaya atau program yang tersusun dari hulu hingga hilir.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, baru-baru ini. Menurutnya, stunting menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

"Sumber daya manusia adalah faktor utama penentu kesuksesan sebuah negara. Perlu penanganan dari hulu ke hilir sebagai upaya penanggulangan stunting di Indonesia. Dari hulu (level kebijakan) telah banyak sekali kebijakan pemerintah yang dilahirkan sebagai upaya percepatan penanggulangan stunting, namun pada kenyataannya angka penurunan stunting masih jauh dari yang ditargetkan," kata Heri dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis (13/7/2023).

Di hilir, tambah dia, masih terdapat banyak masyarakat di level akar rumput yang belum memiliki penguasaan pengetahuan yang memadai terkait stunting itu sendiri. Baik dampaknya, faktor penyebabnya, hingga cara penanggulangannya.

Baca Juga:Pemkab Banjarnegara Gelar Rembug Stunting, Ini Tujuannya

Oleh karena itu, masih sangat diperlukan sosialisasi secara massif terkait stunting, dampak yang ditimbulkan, urgensi penanggulangannya, dan upaya penanggulangan stunting pada tataran akar rumput, sebagai upaya preventif individual tanpa bergantung pada program pemerintah saja.

"Sebab penanggulangan stunting adalah masalah mendesak yang mesti ditangani oleh semua pihak dengan segera tanpa menunggu apapun," tegasya.

Disebutkan, beberapa langkah yang bisa dilakukan di tingkat akar rumput antara lain, pendampingan seribu hari pertama kehidupan pada keluarga berisiko stunting, evaluasi perubahan perilaku masyarakat, edukasi kepada remaja, pendampingan dan pemeriksaan calon pengantin.

Selain itu pemeriksaan ibu hamil dan bayi usia di bawah dua tahun, serta menjaga kebersihan lingkungan serta sanitasi juga harus dilakukan.

“Beberapa program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang perlu ditingkatkan yaitu mendukung ibu hamil mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, membantu ibu hamil memeriksakan kehamilan pada fasilitas pelayanan kehamilan, meningkatkan ibu hamil untuk mengkonsumsi TTD secara teratur. Selain itu sanitasi dasar di masyarakat juga perlu diperhatikan. Karena persoalan konsumsi air yang tak layak minum juga bisa menjadi persoalan dalam upaya menekan angka stunting,” tegasnya.

Baca Juga:Wali Kota Depok Bidik Target Zero New Stunting pada 2024

Sebagai informasi, Pemprov Jateng baru saja mendapat penghargaan kehormatan dari Presiden Republik Indonesia yakni Satya Lencana Wira Karya. Penghargaan itu diberikan Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dalam Puncak Harganas ke-30 di Banyuasin, Kamis (6/7/2023).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini