Gus Baha Soroti Tren Kiai Ikutan Berpolitik, Sebut Jangan Sampai Indonesia Seperti Korea Utara

Gus Baha,menyoroti kiai yang akhir-akhir ini ikut dalam berpolitik, ini pandangannya

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 27 September 2023 | 10:02 WIB
Gus Baha Soroti Tren Kiai Ikutan Berpolitik, Sebut Jangan Sampai Indonesia Seperti Korea Utara
Gus Baha. (Akun instagram @gusbahaofficial)

SuaraJawaTengah.id - Dunia politik sering kali dipandang kotor dan negatif oleh masyarakat. Lalu bolehkan tokoh agama atau kiai ikut terlibat aktif berpolitik?

Menurut pandangan salah satu ulama kharismatik asal Rembang, Jawa Tengah, H. Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha, orang Islam terkhusus kiai tidak mempersoalkan mereka terlibat politik.

Sebab kata Gus Baha, sejak zaman dulu tanpa disadari banyak tokoh agama yang sukses menyebarkan ajaran agama Islam karena kuat secara politik.

Sehinga berkat jasa mereka, Indonesia jadi negara yang berpedoman kuat pada aturan-aturan agama.

Baca Juga:Wapres Minta Tokoh Agama dan Masyarakat Ikut Dorong Pembangunan Papua

"Andaikan nggak ada orang Islam yang cakap politik. Terutama yang saleh-saleh. Kemudian negara bikin aturan ala mereka, salat dan pengajian dianggap larangan repot," kata Gus Baha dikutip akun TikTok @ngajigusbaha4.

"Makanya dari dulu kiai-kiai itu berpolitik, karena nggak ingin negara ini diatur orang yang anti salat dan agama," tambahnya.

Jika orang-orang saleh terutama kiai tidak ikutan berpolitik. Gus Baha meyakini maksiat-maksiat tidak dianggap ilegal dan pengajiam akan dianggap ilegal.

Gus Baha sangat bersyukur sejak sebelum dan setelah kemerdekaan. Tokoh agama terutama kiai yang terlibat berpolitik cukup konsisten menegakkan aturan yang berpedoman pada agama.

"Berkahnya negara ini berkonstitusi secara Islam. Meskipun tidak negara Islam," jelasnya.

Baca Juga:Ganjar Wanti-wanti Relawan Agar Tidak Bully Lawan: Contoh Gus Mus dan Gus Baha

Dengan begitu, Gus Baha mendorong orang-orang Islam untuk tidak anti politik. Karena dampaknya sangat besar bisa menentukan kebijakkan negara.

"Hak asasi manusia, hak belajar, hak beragama, hak ibadah terjaga. Coba bayangkan kalau kita jadi negara Korea Utara kan pusing," tandasnya.

Kontributor : Ikhsan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak