Kisah Pilu Kantor Kecamatan Genuk Semarang, Pindah ke Tempat Baru Masih Kebanjiran

Salah satu tempat yang sering kebanjiran adalah kantor Kecamatan Genuk. Dulu sekitar10tahun silam kantor kecamatan ini berlokasi di Kelurahan Trimulyo

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 29 November 2023 | 18:30 WIB
Kisah Pilu Kantor Kecamatan Genuk Semarang, Pindah ke Tempat Baru Masih Kebanjiran
Kondisi kecamatan genuk yang tergenang banjir. [Instagram]

SuaraJawaTengah.id - Sebagian wilayah di Kecamatan Genuk, Kota Semarang memang kerap jadi langganan banjir setiap memasuki musim penghujan.

Salah satu tempat yang sering kebanjiran adalah kantor Kecamatan Genuk. Dulu sekitar 10 tahun silam kantor kecamatan ini berlokasi di Kelurahan Trimulyo.

Karena sering dilanda banjir, menurut aku instagram @infokejadian_genuk, kantor Kecamatan Genuk dipindahkan ke Jalan Dong Biru Nomor 12 Keluharan Genuksari.

Namun, alih-alih terhindar dari banjir, kantor Kecamatan Genuk yang baru tersebut masih kebanjiran setelah Kota Semarang diguyur hujan lebat pada Senin (27/11/23) malam.

Baca Juga:Akhir Pekan Ini PSIS Semarang akan Jamu PSS Sleman, Evan Dimas Langsung Debut?

"Udah daripada nanggung pindah ke Gunungpati atau Bandungan gimana? Kantornya doang, orang-orangnya tetap disini," bunyi keterangan tertulis akun tersebut.

Selain itu, akun ini juga menyoroti proyek pembangunan di Kota Semarang tanpa memperhatikan detail perencanaan jangka panjangnya. Contohnya seperti jembatan Kaligawe yang tingginya masih rendah.

"Kalau aku maju jadi wali kota jalur independen mewakili kaum Semarang bawah dan pesisir. Tak tata semua wilayah bawah," tegas akun tersebut.

Sementara itu, merespon banjir di wilayah Kecamatan Genuk, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku pihaknya bersama sejumlah camat yang wilayah berpotensi terdampak banjir sudah melakukan rapat koordinasi. Termasuk membahas pembersihan saluran-saluran maupun sungai.

"Di Muktiharjo Lor ini tahun lalu sudah terjadi banjir. Anak atau saluran di Kali Tenggang saya minta dibersihkan. Karena agak riskan lantaran berada di samping rel kereta api yang banyak sinyal dan listriknya. Sehingga saya penanganan dilakukan secara manual," ujarnya.

Baca Juga:Jalan Kaligawe Semarang Kembali Digenangi Banjir, Netizen Sentil Capres Ganjar: Banjir Abadi, Belum se-Indonesia loh

Dirinya juga sudah menyampaikan agar penanganan (pembersihan anak atau aliran Kali Tenggang-red) dilakukan dengan anggaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan disepakati menggunakan tenaga harian lepas. Ternyata ada permasalahan terkait pekerjaan yang mandek lantaran masalah upah tenaga lepas yang meminta pembayaran dilakukan secara tunai.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini