Dijelaskan Zeno, Soegijaprata juga pernah membantu pemuda pribumi dalam memerangi Jepang dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Kala itu, Soegijaprata mempersilahkan para pemuda bersembunyi di Gereja Gedangan agar terhindar dari kejaran tentara Jepang.
Bahkan Soegijaprata juga berperan aktif membantu negara Indonesia untuk mendapat pengakuan kemerdekaan dari Negara Eropa. Pertama, Seogijaprata mengirim surat diplomasi ke Vantikan untuk mengakui kemerdekaan Indonesia.
Setelah Vantikan jadi Negara Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Kemudian negara-negara Eropa lainnnya menyusul mengikuti langkah Vantikan.
Sejauh ini bangun Gereja Gendangan sudah mengalami tiga kali pemugaran. Meski begitu, tidak mengubah bangunan asli dan masih mempertahankan desain ala kolonial.
Baca Juga:Sejarah Gereja Santo Antonius Purbayan, Gereja Katolik Pertama di Solo
"Yang sering mengalami perubahan itu gedung layanan pastural. Jadi di tempat itu digunakan untuk pelayanan imam dan persekutuan doa," bebernya.
Sementara di dalam bangun Gereja Gendangan sendiri terdapat beberapa interorior seperti Patung Hati Kudus Yesus, Lukisan 14 Jalan Salib Tuhan, Lonceng, 12 Lukisan yang menceritakan Doa Bapak Kami dan masih banyak yang lainnya.
"Kemarin itu kan ada film tentang Soegijaprata lokasi syuntingnya kan disini (Gereja Gendangan)," pungkas Zeno.
Kontributor : Ikhsan