Pada pukul 11.30 WIB pasien dalam kondisi ROSC (Return of Spontaneous Circulation), atau keadaan dimana pasien henti jantung mengalami kembali terabanya nadi selama sepuluh menit.
“Dan sirkulasi bertahan atau berkelanjutan sehingga kemudian dilaksanakan EKG di Mini ICU dan pasien persiapan untuk di rujuk ke RS Margono Soekarjo Purwokerto,” jelasnya.
Diagnosa dari dr. Djihan, Sp.Jp dokter spesialis jantung yang terlibat dalam Pam Kunker RI 1 di Banjarnegara, Sutriyoni didiagnosa Hipertensi Emergency Stemi Anterior.
Kemudian pada Pukul 11.39 WIB,saat dalam perjalanan ke RS. Margono Soekarjo, Sutriono kembali henti nadi dan dilaksanakan RJP dan pasien dievakuasi ke Rumah Sakit terdekat yaitu RS. Emanuel Purworejo Klampok Banjarnegara.
Pukul 11.45 WIB, Ambulan tiba di IGD RS. Emanuel dan pasien diserahkan kepada petugas jaga IGD RS Emanuel dan dilakukan tindakan RJP, DC shock, Adrenalin 4 ampul Drip Infus, serta Injek melon bicnat 2 ampul iv.
"Pukul 12.20 WIB pasien an. Bpk. Sutriyono dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Yos Krisno W Sp.An. dokter RS Emanuel Banjarnegara," terang Shelvy.
Saat ini jenazah almarhum berada di ruang pemulasaran jenazah didampingi Kemenko PMK RI Muhajir Effendi.
Kontributor : Citra Ningsih
Baca Juga:Memprihatinkan, Warga Banjarnegara Mengais Air di Sungai Meski Bau dan Kotor