- Saloka Theme Park meluncurkan program Saloka Edu Pride pada 1 Mei 2026 untuk mendukung ekosistem pendidikan di Jawa Tengah.
- Program ini memberikan seribu keanggotaan gratis selama satu tahun bagi siswa serta guru berprestasi melalui sistem seleksi resmi.
- Pendaftaran berlangsung mulai 2 hingga 17 Mei 2026 melalui jalur rekomendasi Disdikbud Jawa Tengah dan situs web daring.
SuaraJawaTengah.id - Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei besok, Saloka Theme Park resmi meluncurkan program terbarunya, "Saloka Edu Pride", pada Jumat (1/5/2026).
Program ini merupakan bentuk dukungan konkret Saloka terhadap ekosistem pendidikan di Jawa Tengah.
Sebagai wujud apresiasi, manajemen taman rekreasi ini menyediakan 1.000 keanggotaan (membership) gratis yang berlaku selama satu tahun penuh, khusus bagi siswa dan guru yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Untuk memastikan program tepat sasaran, Saloka menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah. Pendaftaran resmi dibuka mulai 2 hingga 17 Mei 2026 melalui dua mekanisme.
Baca Juga:10 Wisata Semarang Ramah Anak Cocok untuk Libur Akhir Tahun 2025, Pertama Ada Saloka Theme Park
Jalur pertama adalah rekomendasi Disdikbud dengan kuota mayoritas sebesar 90 persen, sedangkan 10 persen sisanya dibuka melalui jalur open submission di situs edupride.salokapark.com.
Setiap sekolah dapat mendaftarkan maksimal dua siswa dan satu guru berprestasi dengan melampirkan bukti prestasi dan surat rekomendasi resmi untuk diverifikasi oleh tim Saloka.
Sebagai langkah awal, penyerahan simbolis telah dilaksanakan di SMP Domenico Savio Semarang pada 21 April lalu.
Nantinya, para peserta yang lolos verifikasi akan menerima kartu digital yang memberikan akses masuk gratis satu kali setiap hari ke Saloka Theme Park, baik pada hari kerja maupun akhir pekan selama setahun.
Melalui Saloka Edu Pride, manajemen berharap dapat memberikan penghargaan yang bermartabat bagi pejuang pendidikan, sekaligus menciptakan sinergi harmonis antara dunia usaha dan institusi pendidikan tanpa membebani APBD daerah.
Baca Juga:Saloka Theme Park: Halloween, Kreativitas Anak Muda, dan Potensi Ekonomi Wisata Jawa Tengah